Tuesday, March 16, 2021

RANCANGAN DAN APLIKASI BISNIS

 Nama : Atika Febrianti

NIM : 180321100061

Kelas : B

Kelompok : 9


CAMILAN KHAS BAWEAN

“EMPEK-EMPEK KERING IKAN TONGKOL”

  Camilan Empek-Empek Kering Ikan Tongkol merupakan camilan khas yang berasal dari Pulau Bawean. Pulau Bawean merupakan pulau yang terletak di pulau jawa, dimana termasuk pada wilayah Utara Gresik. Kurang lebih sejauh 120 kilometer jarak Pulau Bawean dengan Gresik. Pulau ini hanya memiliki dua kecamatan diantaranya yaitu Kecamatan Tambak dan Kecamatan Sangkapura.

   Berdasarkan nama dari camilan ini bahan utamanya merupakan ikan tongkol. Dimana ikan tongkol ini dicampurkan dengan bahan-bahan dapur lainnya. Selain dicampur dengan bahan dapur, ikan tongkol yang dihaluskan tersebut juga dicampur dengan tepung tapioka. Kemudian diolah menjadi empek-empek kering. Camilan ini bisa langsung dinikmati dan bisa dibawa kemana saja.

   Alasan saya memilih untuk menjual produk ini karena produk ini sangat cocok untuk dijadikan teman bersantai bersama keluarga, teman, dll. Camilan ini memiliki rasa yang ringan dan gurih serta aroma yang sangat khas. Selain dijadikan sebagai teman bersantai, camilan ini juga cocok dijadikan lauk karena rasanya sangat mirip dengan ikan tonkol. Bahkan empek-empek ini dapat menghilangkan rasa lapar sementara waktu, dan memberikan tenaga ke tubuh. 

Friday, January 22, 2021

UJIAN AKHIR SEMESTER (MANAJEMEN PEMASARAN)

 

A.     STARTEGI PEMASARAN BERAS MERAH ORGANIK

Ø  SEGMENTASI

Segmentasi pasar merupakan pembagian kelompok pembeli yang memiliki perbedaan kebutuhan, karakteristik, ataupun perilaku yang berbeda di dalam suatu pasar tertentu. Segmentasi pasar bisa juga diartikan sebagai pengidentifikasian analisis perbedaan para pembeli di pasar. Secara geografis beras merah organik ini hanya dipasarkan di seluruh wilayah indoensia. Secara demografis beras merah organik menargetkan semua kalangan dan jenis kelamin. Secara psikografis beras merah organik ditujukan kepada kalangan kelas atas hingga kelas menengah.

Ø  TARGETING

Targeting adalah proses mengevaluasi segmentasi dan pemfokusan strategi pemasaran pada suatu kelompok konsumen yang potensial untuk memberikan respon (DEWI et al., 2017). Beras merah organik ini menargetkan semua kalangan dan semua jenis kelamin dapat mengkonsumsi beras merah organik ini. Serta menargetkan pada kalangan kelas atas hingga menengah.

Ø  POSITIONING

Positioning adalah strategi untuk merancang penawaran dan membentuk citra perusahaan agar bisa memperoleh tempat khusus dalam benak konsumen. Positioning juga bisa diartikan sebagai strategi untuk menciptakan citra perusahaan dan produknya di benak konsumen, baik itu konsumen individu, perusahaan, maupun pemerintah. Strategi positioning berkaitan erat dengan persepsi konsumen terhadap manfaat suatu produk, baik itu dalam bentuk nyata ataupun harapan. Beras merah organik memiliki keunggulan dalam kesehatan, aroma, dan kualitas.

B.     BAURAN PEMASARAN

Ø  PRODUK

Beras merah merupakan biji-bijian utuh yang hanya mengalami proses pengupasan kulit atau sekam. Beras merah dinilai lebih unggul dari beras putih karena proses pengolahannya lebih singkat, sehingga kandungan nutrisinya tidak banyak terbuang. Salah satu nutrisi yang banyak terkandung di dalam beras meras adalah serat.

Ø  HARGA

Beras merah organik ini dibanderol Rp. 25.000 per kg. Harga membuat konsumen mempertimbangkan untuk membeli beras merah organik. Karena kesesuaian harga terhadap manfaat dari produk yang dibeli menjadi perhatian konsumen. Kebanykan dari orang-orang menganggap bahwa beras merah hanya ditujukan kepada orang yang ingin menurunkan berat badan dan memiliki penyakit sepeti diabetes, kolesterol, dll.

Ø  LOKASI

Dalam memilih lokasi usaha, hendaknya memilih lokasi yang strategis dapat dijangkau dengan mudah oleh konsumen. Lokasi beras merah organik ini terletak di Jl. Raya Pasar Lempong Sampang.

Ø  PROMOSI

Promosi yang diterapkan dalam usaha beras merah organik ini yaitu memberikan harga grosir kepada pelanggan yang ingin menjual kembali beras merah organik ini.

C.    MEDIA PROMOSI




D.     ANALISIS DAYA SAING BERAS MERAH ORGANIK

Terdapat beberapa dimensi yang berpengaruh terhadap daya saing produk di antaranya: kuantitas, kualitas, harga, keamanan, kontinyuitas pasokan, ketepatan pengiriman dan kemampuan ditelusur. Kuantitas adalah nilai perbedaan yang disebabkan oleh perbedaan unit penjualan dan jumlah perbedaan material dalam anggaran dengan unit realisasi penjualan dan jumlah material yang dianggarkan. Sementara itu yang dimaksud kualitas produk adalah segala atribut produk itu sendiri yang menjadi keunggulan dibandingkan produk sejenis lainnya (Lisarini; & Abdurahman, 2018).

Kuantitas dan kualitas dari beras merah organik ini tidak perlu diragukan lagi karena produk ini sengatlah unggul dibandingkan dengan beras lainnya bahkan beras merah ini dapat di ekspor ke berbagai Negara dengan ketepatan pengiriman dan mudah ditelusuri.

REFERENSI

DEWI, N. P. A. Y., ANTARA, M., & RANTAU, I. K. (2017). Strategi Segmenting, Targeting dan Positioning Pemasaran Beras Merah Organik Jatiluwih Bali di Provinsi Bali. Jurnal Agribisnis Dan Agrowisata (Journal of Agribusiness and Agritourism), 6(4), 596–605. https://doi.org/10.24843/jaa.2017.v06.i04.p14

Lisarini;, E., & Abdurahman, A. (2018). Daya saing beras pandanwangi, beras merah dan beras hitam di wilayah pemasaran kabupaten cianjur. Agroscience, 8(2), 135–145.

 

Wednesday, January 13, 2021

Potensi & Peluang Ekspor

 A. Konsep keunggulan kompetitif dari produk, meliputi harga, kualitas, kemasan serta biaya produksi 

   Keunggulan kompetitif atau keunggulan bersaing adalah kemampuan strategis perusahaan dalam persaingan bisnis. Menurut Michael Porter, ahli strategi bisnis asal Amerika Serikat, keunggulan kompetitif harus mampu menjelaskan dan menanamkan nilai bisnis kepada konsumen sehingga mampu membentuk persepsi tersendiri di mata konsumen. Artinya pebisnis harus meyakinkan konsumen untuk bersedia mengeluarkan waktu dan uangnya untuk mendapatkan manfaat dan nilai sepadan.

   Keunggulan kompetitif bisa dikatakan unik, karena setiap perusahaan memiliki keunggulan yang berbeda-beda. Namun apakah perusahaan itu dapat memaksimalkan keunggulan tersebut menjadi nilai yang dapat menguntungkan perusahaan atau sebaliknya.

   Sederhananya seperti ini, keunggulan kompetitif adalah kemampuan dan kelebihan yang dimiliki perusahaan dibanding perusahaan lainnya. Misal, saat menjual produk jaket serbaguna yang memiliki saku banyak dan anti air dan dijual dengan murah. Hal itu lebih baik jika pesaing hanya menjual jaket yang sama tapi tidak selengkap milik Anda dan dari segi harga pun tidak lebih murah dari produk Anda.


B. Ciri-ciri pasar potensial dengan pendekatan permintaan dan penawaran

a) Pendekatan Permintaan

   Pendekatan permintaan menekankan tentang kebutuhan manusia yang sampai sekarang belum sepenuhnya terpenuhi atau kemungkinan sudah terpenuhi namun kurang memuaskan. Misalnya, masyarakat di wilayah pedesaan banyak yang pergi ke kota untuk belanja pakaian. Artinya, golongan masyarakat tersebut membutuhkan pakaian sesuai dengan selera mereka yang tidak dapat diperoleh di desa atau mungkin dapat diperoleh di desa, tetapi harganya terlalu mahal. 

* Melalui pendekatan permintaan juga dapat mengetahui jumlah permintaan terhadap produk/jasa yang meliputi : Sasaran pembeli/konsumen, Jumlah konsumen, Jumlah kebutuhan, Total kebutuhan pertahun.

b) Pendekatan Penawaran

   Pendekatan penawaran berawal dari kemampuan wirausaha dalam membuat suatu produk/barang, memberikan pelayanan jasa atau gabungan dari keduanya. Dari sini barulah mulai mencari adakah pasarnya atau orang-orang yang membutuhkannya.

* Melalui pendekatan penawaran wirausaha juga dapat mengidentifikasi banyaknya pesaing yang membuat produk/jasa yang sama.


C. Ciri dan teknis dalam menentukan bentuk pasar

^ Bentuk Pasar menurut Sifat/Wujud Barang dan Cara 

Penyerahannya. Berdasarkan sifat barang dan cara penyerahannya, pasar dibedakan menjadi:

1)Pasar konkret

   Pasar konkret, yaitu pasar di mana barang yang diperjual belikan benar-benar ada dan penjual dan pembeli bertemu langsung. Ciri-ciri pasar konkret:

• Transaksi dilakukan secara tunai,

• Barang dapat dibawa/diambil saat itu juga,

• Barang yang diperjualbelikan benar-benar ada/nyata,

• Penjual dan pembeli bertemu langsung.

2) Pasar abstrak

    Pasar abstrak, yaitu pasar di mana barang yang diperjualbelikan tidak tersedia secara langsung dan antara penjual dan pembelinya tidak bertemu secara langsung. Ciri-ciri pasar abstrak:

• Penjual dan pembeli berada di tempat yang berbeda dan berjauhan jaraknya,

• Transaksi dilandasi oleh rasa saling percaya,

• Barang yang diperjualbelikan tidak tersedia, hanya contoh saja.

• Transaksi dilakukan dalam partai besar.

*Contoh pasar abstrak yang lagi trend terutama bagi masyarakat kalangan atas sekarang ini adalah belanja barang secara online lewat internet.


^ Bentuk Pasar menurut Luas Wilayah Kegiatannya

Berdasarkan luas wilayah kegiatannya, pasar dapat dibedakan menjadi:

1) Pasar regional

   Pasar regional adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi beberapa negara pada  wilayah tertentu. Pasar ini biasanya di bawah naungan wadah kerja sama regional, misalnya di kawasan Asia Tenggara dibentuk AFTA.

2) Pasar internasional

    Pasar internasional adala pasar yang daerah pemasarannya mencakup seluruh kawasan dunia. Pasar ini juga disebut pasar dunia, karena menjual produk-produk yang dibutuhkan oleh semua masyarakat dunia, misalnya pasar kopi di Brasil, pasar wol di Sidney, Australia.

3) Pasar lokal

   Pasar lokal adalah pasar yang daerah pemasarannya hanya meliputi daerah tertentu, dan pada umumnya menawarkan barang yang dibutuhkan masyarakat di sekitarnya. Misalnya Pasar Kiewer di Solo yang menyediakan berbagai jenis kain batik, karena masyarakat di Solo dan sekitarnya banyak yang mengenakan batik.

4) Pasar nasional

   Pasar nasional adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi wilayah satu negara. Pasar ini menjual barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat negara tersebut. 


^ Bentuk Pasar menurut Organisasi Pasar atau Hubungan antara Pembeli dan Penjual

Berdasarkan organisasi pasar, pasar dapat dibedakan menjadi:

1. Pasar persaingan sempurna (perfect competition market)

   Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang terdapat banyak penjual dan pembeli, sehingga harga tidak bisa ditentukan oleh masing-masing penjual/pembeli.

- penjual dan pembeli bebas keluar masuk pasar tanpa hambatan,

- pengetahuan penjual dan pembeli tentang pasar sempurna,

- penjual dan pembeli banyak,

- barang yang diperjualbelikan bersifat homogen.

2. Pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competition market)

   Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar dimana jumlah pembeli lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penjualnya, sehingga pasar dikuasai oleh satu atau beberapa penjual saja. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:

- terdapat hambatan untuk memasuki pasar,

- pengetahuan pembeli tentang pasar terbatas,

- jumlah penjual sedikit,

- barang yang diperjualbelikan bermacam-macam. 


^ Bentuk pasar yang termasuk pasar persaingan tidak sempurna , di antaranya :

1. Pasar monopoli

   Pasar monopoli ialah pasar yang dikuasai sepenuhnya oleh penjual. Penjual mempunyai kekuasaan yang mampu memaksakan kemauannya, baik dalam bentuk harga, volume, tempat, maupun waktu pembelian barang yang akan dijualnya. Karena penjual dalam pasar monopoli tidak mempunyai pesaing, ia dapat menaikkan atau menurunkan harga dengan cara mengubah jumlah barang yang ditawarkan. Contoh: PLN menguasai listrik di Indonesia, PT Pos Indonesia memonopoli penjualan benda-benda pos di Indonesia. Ciri-ciri pasar monopoli, antara lain:

- terdapat satu penjual dan banyak pembeli,

- harga ditentukan secara sepihak oleh penjual,

- tidak ada barang lain yang dapat menggantikan barang yang dijualbelikan dengan sempurna,

- ada halangan yang kuat bagi penjual baru untuk masuk dalam pasar.

* Hambatan-hambatan yang sering terjadi pada pasar monopoli antara lain:

- penetapan harga serendah mungkin,

- adanya kepemilikan terhadap hak paten atau hak cipta dan hak eksklusif,

- pengawasan yang ketat terhadap agen pemasaran dan distributor,

- adanya skala ekonomis yang sangat besar,

- memiliki sumber daya yang unik.

* Penyebab timbulnya pasar monopoli antara lain:

- ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan undang-undang,

- penggabungan dan berbagai perusahaan,

- adanya hak cipta atau hak paten atas hasil karya seseorang yang diberikan kepada suatu perusahaan.

2. Pasar duopoli

   Pasar duopoli, yaitu pasar di mana penawaran suatu barang dikuasai oleh dua perusahaan. Contoh: penawaran minyak pelumas yang dikuasai oleh Caltex dan Pertamina. Ciri-ciri pasar duopoli, yaitu:

- terdapat dua penjual dan banyak pembeli,

- harga ditentukan secara sepihak oleh kedua penjual baik dengan kesepakatan atau tidak.

3. Pasar oligopoli

   Pasar oligopoli ialah pasar di mana beberapa perusahaan menguasai penawaran satu jenis barang. Beberapa perusahaan yang menguasai pasar mi saling memengaruhi satu sama lain. Sifat ini menyebabkan satu perusahaan harus mengambil keputusan secara hati-hati dalam mengubah harga, mengubah desain produk atau mengubah teknik produksi. Contoh: penawaran sepeda bermotor yang dikuasai oleh beberapa perusahaan di antaranya Honda, Suzuki, Yamaha, dan Kawasaki. Ciri-ciri pasar oligopoli :

- terdapat hanyak pembeli di pasar,

- hanya ada beberapa penjual,

- produk yang dijual bersifat homogen dan bisa juga berbeda namun memenuhi standar mutu,

- terdapat hambatan untuk memasuki pasar bagi perusahaan baru,

- adanya saling ketergantungan,

- penggunaan ikian sangat intensif.


^ Terdapat 5 hal utama yang harus diketahui dalam analisis pasar, yaitu:

1) Gambaran struktur produk pasar, yaitu mengidentifikasi kumpulan produk-produk yang dapat disajikan untuk memuaskan kebutuhan mendasar kemudian menganalisis tingkat kemampuan saling mengganti atau substitusi produk-produk tersebut.

2) Batasan pasar yang relevan, yaitu batasan kelompok pesaing yang dianggap paling relevan yang dapat ditetapkan seperti antar merk atau sesama pemasar yang memenuhi kebutuhan pangsa pasar yang sama.

3) Analisis permintaan industri, yaitu mempelajari siapa, mengapa, dan bagaimana para konsumen atau pelanggan membeli jenis produk yang dipasarkan.

4) Analisis permintaan terhadap merek, yaitu pemahaman bagaimana para pembeli membuat pilihan antara merk atau penjual pada pasar yang relevan.

5) Identifikasi, yaitu didasarkan pada penelitian perusahaan terhadap peluang-peluang pasar dan pontensial pasar.


D. Ciri-ciri produk yang marketable untuk ekspor

- laku dipasaran dunia

- barang mudah diganti dengan tidak mengubah kualitas

- barang dapat diperjualbelikan dalam jumlah besar

- persediaan barang cukup dan pengadaannya secara berkala

- barang sudah ditetapkan dengan keputusan menteri

Thursday, January 7, 2021

Bauran Pemasaran Promosi

 A. Konsep Inti promosi 

Lebih memfokuskan pada kebutuhan konsumen. Karena itulah, konsep ini melakukan sebuah pemikiran guna menjadikan konsumen merasa puas melalui produk dari keseluruhan barang yang berkaitan dengan pembuatan, pengantaran, sampai pengonsumsiannya. Konsep pemasaran memiliki unsur tiga dasar pokok, yaitu:

1) Orientasi dan perencanaannya merujuk pada kebutuhan dan keinginan para konsumen.

2) Seluruh aktivitas pemasaran dilakukan secara terpadu.

3) Tujuan akhir konsep ini yaitu mencapai keinginan perusahaan dan terus berusaha memberikan kepuasan yang maksimal pada konsumen.

B. Bentuk-Bentuk Promosi 

1. Pameran dagang

Sebuah pameran dagang atau expo adalah sebuah pameran yang diadakan sehingga perusahaan dari industri tertentu dapat memamerkan dan mendemonstrasikan produk dan layanan terbaru mereka, mempelajari aktivitas pesaing dan mengikuti tren dan kesempatan baru.

2. In house promotion

Yaitu promosi yang bersifat kedalam, yang dalam kegiatan promosinya hanyadipusatkan dilingkungan hotel itu sendiri.

3. Familiarisation

adalah upaya mengenalkan suatu produk baru kepada masyarakat sebagai konsumen potensial.

4. Signane

Dimana untuk fungsi promosional, signage mempromosikan produk atau jasa tertentu sementara fungsi instruksional sendiri mengfungsikan signage sebagai papan info yang menunjukan bahaya atau arah jalan.

5. Tampilan (display) 

Dapat melakukan pengaturan tampilan terhadap customer display. Selain menampilkan daftar dan total belanjaan, pelanggan juga dapat melihat gambar atau menonton pada customer display. Misalnya saat ingin melakukan highlight diskon atau promosi yang sedang berlangsung pada toko atau ingin menampilkan company profile melalui video.

C. Pemilihan Media Iklan 

Berikut beberpa tips yang bisa dilakukan untuk memilih media agar iklan berjalan efektif:

1. Tentukan Budget. 

2. Tentukan Segmen Pasar. 

3. Tentukan Materi Iklan.

4. Tentukan media online atau offline atau keduanya.

5. Menggunakan jasa advertisement.

D.  Faktor Yang Mempengaruhi Bentuk Promosi 

Berikut beberpa tips yang bisa Anda lakukan untuk memilih media agar iklan berjalan efektif:

1. Tentukan Budget.

2. Tentukan Segmen Pasar. 

3. Tentukan Materi Iklan. 

4. Tentukan media online atau offline atau keduanya. 

5. Menggunakan jasa advertisement.

E. Strategi Promosi Dengan Melihat Siklus Hidup Produk 

a) Tahap Perkenalan 

1. Strategi Peluncuran Cepat (Rapid Skimming)

Rapid skimming adalah peluncuran (launching) produk baru dengan harga dan level promosi yang tinggi. Strategi ini dapat diterapkan dengan asumsi sebagian besar target pasar Anda tidak menyadari produk tersebut, harga yang diminta, brand Anda menghadapi persaingan potensial, dan untuk membangun merek.

2. Strategi Peluncuran Lambat (Slow Skimming)

Slow skimming adalah peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi yang dilakukan. Strategi ini dapat diterapkan dengan asumsi ukuran pasar terbatas, sebagian besar target pasar mengenali produk Anda, pembeli bersedia membayar harga tinggi, dan persaingan potensial belum mengancam.

3. Strategi Penetrasi Cepat (Rapid-Penetration)

Rapid-penetration adalah peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi yang besar. Strategi ini cocok digunakan dengan asumsi target pasar tidak menyadari kehadiran produk, sebagian pembeli peka terhadap harga, adanya persaingan yang kuat, dan biaya produksi yang akan menurun sejalan dengan skala produksi dan pengalaman.

4. Strategi Penetrasi Lambat (Slow-Penetration)

Slow-penetration adalah peluncuran produk dengan harga rendah dan promosi yang juga rendah. Gunakan strategi ini dengan asumsi target pasar luas, memiliki kepekaan terhadap harga yang tinggi, dan terdapat beberapa persaingan potensial.

b) Tahap Pertumbuhan 

1. Meningkatkan kualitas produk, menambah ciri khas produk, menambah fitur-fitur, dan memperbaiki desain atau modelnya.

2. Menambah varian baru dari produk yang sudah ada, misalnya dengan ukuran yang berbeda, rasa baru, dan sebagainya. Tujuannya untuk melindungi eksistensi produk utama.

3. Masuki segmen pasar baru.

4. Meningkatkan jangkauan melalui channel baru.

5. Gunakan iklan yang menunjukkan nilai (value) dari produk Anda, sehingga audiens memiliki alasan untuk membeli produk Anda.

6. Menurunkan harga agar bisa dijangkau lebih banyak konsumen

c) Tahap Kedewasaan 

1. Penjualan Melambat: tahap ini ditandai dengan penjualan yang melambat. Misal, penjualan produk Anda selama 5 tahun berturut-turut adalah 5000 produk (2014), 5900 produk (2015), 6700 produk (2016), 7400 produk (2017), dan 8000 produk (2018).

2. Penjualan Stabil: penjualan berada di angka yang cenderung stabil, akibat kejenuhan pasar. Misalnya, penjualan produk Anda selama 5 tahun berturut-turut adalah 5000 (2014), 4500 (2015), 5500 (2016), 5600 (2017), dan 5400 (2018). Peluang pertumbuhan penjualan Anda bergantung pada pertumbuhan populasi dan permintaan pengganti.

3. Penjualan Menurun: Penjualan terus menurun dari tahun ke tahun. Misal, penjualan produk dari 2014-2018 adalah 8000, 7000, 6000, 5000, dan 4000 per tahun. Ini artinya konsumen telah jenuh dan lebih memilih produk lain.

d) Tahap Penurunan 

1. Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat pasar

2. Mengurangi investasi dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan

3. Menjual aset


Wednesday, December 23, 2020

Bauran Pemasaran : Place (Bauran lokasi & distribusi)

A. Konsep lokasi dalam bauran pemasaran         Definisi saluran pemasaran menueut Philip Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran, Edisi Millenium (2002: 558), saluran pemasaran adalh serangkaian organisasi yang saling tergantung yang terlibat dalm proses untuk menjsdiksn produk atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi. Salah satu elemen Tempat (place) yang masuk dalam 7P Marketing mix bukan hanya diartikan sebagai tempat dimana usaha dijalankan, namun lebih luas lagi dimana “place” tersebut merupakan segala kegiatan penyaluran produk berupa barang ataupun jasa dari produsen ke konsumen (distribusi).

Dalam bauran pemasaran sendiri terdapat 4 konsep umum dalam menyusun strategi pemasaranya yaitu : 

1) Product / produk barang dan jasa 

Dalam produk sendiri merupakan produk yang akan dipasarkan sehingga dapat memberikan manfaat guna memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga dapat memuaskan konsumen. 

2) Price  / harga 

Untuk penetapan harga sendiri adalah unsur penting dimana perusahaan akan melakukan berbagai pertimbangan untuk menetapkan harga dengan mempertimbangkan biaya dan juga laba. Dimana harga sendiri adalah faktor utama penentu positioning suatu produk dan harus diputuskan dengan melihat pasar sasaran dan juga faktor lainya. 

3) Place / lokasi 

Dalam lokasi sendiri terdapat  lokasi usaha usaha yang akan dijalankan dan juga kedudukan pasar serta bagaimana saluran distribusinya 

4) Promotion 

Aspek ini berhubungan dengan berbagai usaha untuk memberikan iformasi pada pasar tentang produk atau jasa yang dijual, tempat dan saatnya.

B. Kriteria daerah kinerja yang positif untuk pemasaran

Dalam strategi untuk memilih kriteria daerah kerja yang baik uantuk dilakukanya pemasaran yaitu : 

1) Tingkat dari kepadatan penduduk sekitar lokasi usaha 

Dimana dalam hal ini semakin tinggi tingkat kepadatan penduduknya maka juga akan semakin besar pula potensi pasar dari usahanya tersebut. sehingga faktorr tersebut dapat berpengaruh terhadap kegiatan pemasaran yang ada. 

2) Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi bisnis 

Dimana dalam hal ini tingkat pendapatan masyarakat juga dapat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya daya beli konsumen yang ada. 

3) Memperhatikan tingkat keramaian lalu lalang kendaraan yang melewati bisnis anda

Dalam hal ini juga harus memperhatikan juga bagaimana kondisi laingkungan anda keramaian lingkungan anda , semakin ramai orang yang tau akan usaha anda maka akan lebih banyak konsumen yang tertarik dengan produk anda 

4) Banyaknya jenis usaha yang mendukung lokasi tersebut 

Dalam hal ini juga semakin banyak jenis usaha yang ada di sekitar lokasi anda , maka konsumen yang akan datang kedaerah anda juga akan semakin ramai.

5) Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan anda pilih 

Dalam pemilihan lokasi usaha sendiri sebaiknya jangan sampai salah memilih lokasi denganbudget dana yang sudah di rencanakan, dan juga dalam penentuan lokasi usaha sendiri sebaiknya melihat bagaimana strategis lokasi tersebut untuk dijalnkan usaha. 

6) Usahakan untuk memilih lokasi usaha yang tingkat kompetisinya rendah 

Lokasi dengan banyak perusahaan atau pengusaha dengan bisnis yang sama sebaiknya anda hindari dan memilih lokasi yang menurut anda usaha anda dapat memberikan kesan yang lebih dikonsumen , akan tetapi apabila lokasi tersebut strategis maka hendaknya anda juga harus mempersiapkan inovasi baru yang membedakan usaha anda terhadap perusahaan sejenis yang ada. 

7) Akses menuju lokasi 

Usahakan lokasi juga cukup mudah untuk diakses oleh konsumen sehingga konsumen mudah untuk mengakses lokasi usaha anda

8) Tingkat keamaanan 

Usahakan lokasi usaha sebaiknya aman sehingga menambah kenyamanan dari para konsumen yang akan membeli di usaha anda.

9) Selalu memperhatikan kebersihan lokasi usaha bisnis 

Selalu menjaga kebersihan dari lingkungan sekitar usaha anda agar konsumen merasa nyaman ketika akan berkunjung ke lokasi usaha anda. 

C. Persyaratan legislasi wilayah terkait K3 dalam kegiatan pemasaran

 Syarat-syarat Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja tertuang dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada pasal tersebut disebutkan 18 (delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja di antaranya sebagai berikut :

1. Mencegah & mengurangi kecelakaan kerja.

2. Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran.

3. Mencegah & mengurangi bahaya peledakan.

4. Memberi jalur evakuasi keadaan darurat.

5. Memberi P3K Kecelakaan Kerja.

6. Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja.

7. Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran.

8. Mencegah dan mengendalikan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan keracunan.

9. Penerangan yang cukup dan sesuai.

10. Suhu dan kelembaban udara yang baik.

11. Menyediakan ventilasi yang cukup.

12. Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban.

13. Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.

14. Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang.

15. Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan.

16. Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang

17. Mencegah tekena aliran listrik berbahaya.

18. Menyesuaikan & menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.

D. Konsep dan kegunaan saluran distribusi 

Distribusi adalah salah satu dari kegiatan ekonomi dalam penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Sementara saluran distribusi adalah saluran yang menjadi sarana produsen buat menyalurkan barang atau jasa ke konsumen. Peranan dari proses inilah yang sangat penting dalam kegiatan perdagangan. Tanpa adanya saluran distribusi, mungkin barang dari produsen tidak akan pernah sampai dan dinikmati oleh konsumen. 

Fungsi utama saluran pemasaran adalah menyalurkan barang dari produsen ke konsumen atau dari perusahaan kepada pelanggan. Selain itu, fungsi lain dari saluran distribusi adalah:

1. Information adalah mengumpulkan informasi penting tentang konsumen dan pesaing untuk merencanakan dan membantu pertukaran.

2. Promotion adalah pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif tentang produk yang ditawarkan.

3. Negotiation adalah mencoba untuk menyepakati harga dan syarat-syarat lain sehingga memungkinkan perpindahan hak kepemilikan.

4. Ordering adalah pihak distributor dapat memesan barang kepada perusahaan.

5. Payment adalah pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lainnya.

6. Title adalah perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang lain.

7. Physical Possession adalah mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan baku hingga barang jadi dan akhirnya sampai ke konsumen akhir.

8. Financing adalah meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran pemasaran.

9. Risk Taking adalah menanggung risiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran pemasaran.

E. Tipe-tipe distribusi 

Terdapat berbagai macam saluran distribusi barang konsumsi, diantaranya :

1. Produsen – Konsumen

Bentuk saluran distribusi ini merupakan yang paling pendek dan sederhana karena tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pos atau langsung mendatangi rumah konsumen (dari rumah ke rumah). Oleh karena itu saluran ini disebut saluran distribusi langsung.

2. Produsen – Pengecer – Konsumen

Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani oleh pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

3. Produsen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen

Saluran distribusi ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan saluran distribusi tradisional. Di sini, produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

4. Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen

Di sini, produsen memilih agen sebagai penyalurnya. Ia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar.

5. Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen

Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil. Agen yang terlihat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan.

F. Evaluasi dan upaya pengendalian saluran distribusi 

Masalah yang sulit bagi perusahaan yang mengandalkan fungsi perdagangan besar dan eceran pada penyalur tertentu. Penyalur independent merupakan salah satunya, mereka melaksanakan kegiatan bisnisnya untuk kepentingan sendiri. Hal ini artinya mereka hanya tertarik untuk menjual barang yang dapat meningkatkan laba mereka. Oleh karena itu produsen yang menjual melalui penyalur independent tersebut harus merancang produk  dan pemasaran menarik. Hal ini dilakukan untuk membuat agen independent agar lebih dekat dan terikat dengan produsen, maka sebaiknya produsen harus mengambil beberapa kebijaksanaan seperti :

1. Produsen harus menyatakan bahwa tugasnya tidak berakhir pada saat produk terjual, tetapi masih perlu memberikan pelayanan sesudah penjualan kepada pembeli akhir. Oleh karena itu program tersebut harus dikordinasikan dengan para penyalur sehingga komunikasi dengan pembeli akhir dan informasi dapat diperoleh dengan cepat dan tepat.

2. Produsen harus menyatakan bahwa masalah yang dihadapi penyalur merupakan masalah bagi produsen.

3. Produsen harus memberikan ganti kepada penyalur atas garansi dan servis lain yang diberikan kepada pembeli.

4. Produsen harus memberikan semangat kepada penyalur dengan memberikan sejumlah intensif. Beberpa teknik pemberian intensif yang dapat digunakan antara lain : 

• Konsesi harga, misalnya : potongan harga, potongan tunai. 

• Bantuan keuangan, misalnya : pembelian secara kredit.

• Proteksi, misalnya : proteksi harga, proteksi keuangan.

G. Manajemen konflik dalam saluran distribusi

Konflik dapat dianggap terjadi bila anggota saluran distribusi merasa bahwa tindakan pihak lain merintangi atau merugikan kinerja mereka dalam mencapai tujuan. Hal ini dapat mempengaruhi proses penyampaian barang kepada konsumen. 

• Mengelola Konflik Saluran

Ketika perusahaan menambah saluran, perusahan menanggung terciptanya konflik saluran,yang beberapa bisa bersifat membangun, tapi juga bisa menciptakan disfungsional.Tantanganya adalah bukan menghilangkan konflik, tapi mengelolanya dengan lebih baik, agarbersifat membangun dan mengarah pada adaptasi yang lebih baik terhadapa peruahanlingkungan.

Manajemen konflik yang efektif salah satunya adalahpenerapan tujuan superordinat. Anggotasaluran menyetujui tujuan dasar yang mereka cari bersama, baik tujuan bertahan hidup, pangsapasar, atau kepuasan pelanggan. Mereka melakukan ini ketika saluran menghadapi ancaman dariluar.Langkah yang bermanfaat adalahmenukar orang-orang antar dua atau lebih saluran.Harapannya agar peserta akan semakin saling menghargai sudut pandang pihak lain.Ko-optasiadalah usaha yang dilakukan suatu organisasi untuk mendapatkan dukungan daripemimpin organisasi lain dengan memasukan mereka dalam dewan penasihat, dewan direksi,dan semacamnya. 

Diplomasiterjadi ketika masing-masing pihak mengirimkan seorang/ sekelompok untukbertemu dengan pihak lawan untuk menyelesaikan konflik.Mediasiberarti memilih pihak ketiga yang netral dan memiliki keahlian yang dapanmendamaikan kepentingan kedua belah pihak.Arbitrasiterjadi ketika dua pihak setuju memaparkan permasalahan mereka kepada satu ataulebih arbitrator dan menerima keputusan arbitrasi.Tuntutan hukummerupakan langakah terakhir untuk mengelola konflik. Kesepakatan kompromitercapai dengan menerapkan eksplorasi gabungan sistem layanan dan distribusi baru untuk melengkapi sistem.

Thursday, December 17, 2020

Bauran Produk

 A. Definisi Bauran Produk & Macam-macam Produk 

Definisi bauran produk menurut Kotler (2009:16) adalah sebagai berikut Bauran Produk (Product Mix) adalah kumpulan dari semua produk dan unit produk yang ditawarkan penjual tertentu kepada pembeli.

Menurut Kotler (2008:148) bauran produk suatu perusahaan memiliki lebar, panjang, kedalaman, dan konsistensi tertentu. Konsep-konsep dimensi tersebut antara lain:

1) Lebar bauran produk

Lebar bauran produk mengacu pada berapa banyak macam lini produk yang ada pada suatu perusahaan.

2) Panjang bauran produk

Panjang bauran produk mengacu pada jumlah unit produk dalam bauran produk suatu perusahaan.

3) Kedalaman bauran produk

Kedalaman bauran produk mengacu pada beberapa banyak varian yang ditawarkan tiap produk dalam lini suatu perusahaan

4) Konsistensi bauran produk

Konsistensi bauran produk mengacu pada seberapa  erat hubungan berbagai lini produk dalam hal penggunaan akhir, persyaratan produksi, saluran distribusi, atau hal lainnya.

• Macam-Macam Produk

1) Produk Konsumsi 

• Barang kebutuhan sehari-hari

• Produk belanja 

• Produk khusus

2) Produk Industri 

• Bahan baku dan suku cadang pabrik

• Barang modal

• Perlengkapan dan layanan bisnis 

B. Strategi Pemasaran Produk 

1) Ketahui target pasar 

Langkah pertama yang dapat dilakukan yaitu lakukan riset siapa yang menjadi target pasar. Semakin spesifik target pasar, semakin besar peluang untuk sukses. Contohnya jika bergerak di bagian pakaian remaja perempuan. Maka dapat menargetkan pasar dengan penyesuaian pada produk yang di produksi. Seperti perempuan yang masih sekolah dan berumur 12-18 tahun.

2) Menggunakan Social Media

Media sosial adalah alat pemasaran yang paling ampuh karena hampir semua orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, sangat aktif menggunakannya. Contohnya berpromosi menggunakan Instagram dan Facebook. Dengan media sosial, perusahaan dapat menjalin interaksi secara luas dengan berbagai kalangan, dengan biaya yang murah dan visibilitas atau keterlihatan yang tinggi.

3) Memilih Tempat Strategis 

Kriteria pemilihan tempat strategis ini harus menyesuaikan dengan target sasaran serta kemudahan untuk menjangkaunya. Misalnya, jika memutuskan untuk menjual kebutuhan perlengkapan anak kos, maka berjualan di dekat area kampus atau tempat sekolah akan membuat kemungkinan produk cepat laku dan terlihat.

C. Definisi Jasa & Macam-macam Jasa

Jasa merupakan berbagai kegiatan ekonomi dengan hasil keluaran yang tidak berwujud yang ditawarkan dari penyedia sebuah jasa yakni perusahaan kepada pengguna jasa atau konsumen.

• Macam-macam Jasa

1) Usaha rumah tangga 

2) Jasa perumahan 

3) Jasa hiburan atau rekreasi 

4) Jasa perawatan pribadi 

5) Jasa kesehatan 

6) Jasa bisnis 

7) Jasa komunikasi 

8) Jasa transportasi 

9) Jasa keuangan 

10) Jasa pendidikan 

D. Strategi Pemasaran Jasa

1) Mengenali konsumen atau target market. Dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai sesuai keinginan konsumen, hal tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk kembali lagi menggunakan jasa yang ditawarkan karena pada umumnya konsumen tidak suka jika menunggu terlalu lama akan pelayanan yang mereka butuhkan.

2) Memilih lokasi yang strategis. Pemilihan lokasi yang tepat juga penting dalam strategi pemasaran jasa. Cobalah untuk mempertimbangkan lokasi yang tepat untuk mendapatkan konsumen atau pelanggan yang sesuai dengan target penjualannya.

3) Menggunakan internet marketing yaitu melalui situs jejaring sosial seperti Facebook, Instagram dan lainnya untuk dapat menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan suatu kepuasan yang lebih bagi konsumen. Jika teknologi yang digunakan semakin canggih, maka semakin cepat pula pelayanan yang akan diberikan untuk konsumen.

4) Melakukan promosi offline seperti berpartisipasi di acara pameran yang sesuai dengan jenis usaha bisnis Anda. Promosi ini terbukti akan dapat meningkatkan kepercayaan pada konsumen atas eksistensi bisnis atau perusahaan Anda. Lakukan strategi promosi secara rutin dengan cara-cara yang kreatif sehingga konsumen lebih tertarik dan tidak merasa bosan.

5) Menjalin hubungan yang baik dengan para konsumen.

E. Studi Kasus

"Pengembangan Agroindustri Pangan Lokal Melalui Peningkatan Jaminan Mutu Pruduk dan Pengelolaan Keuangan"

Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan agroindustri pangan di Desa Karang Tengah dilakukan melalui berbagai kegiatan yaitu pendampingan pembentukan kelompok pengrajin olahan pangan dan monitoring kegiatan, pelatihan dan pendampingan pembuatan laporan keuangan sederhana, sosialisasi dan pendampingan perijinan P-IRT, pelatihan pengemasan dan penyerahan sealer serta plastik berbagai jenis yang dapat digunakan untuk mengemas produk dari para pengrajin. Kelompok pengrajin olahan pangan Karang Rejek dalam menjalankan perannya sebagai wahana belajar, kerjasama dan unit produksi masih terbatas karena pembentukannya belum lama. Sebanyak 6 pengrajin olahan pangan di Desa Karang Tengah tetap menerapkan sistem administrasi keuangan sederhana, akan tetapi masih banyak yang tidak melanjutkan membuat pembukuan keuangan dengan alasan meropotkan. Penjaminan mutu produk olahan pangan dilakukan dengan sertifikat P-IRT dan perbaikan kemasan produk. 

Sebanyak 3 produk olahan pangan telah memperoleh sertifikat P-IRT yaitu Bakpia Sri Lestari, Keripik telo Anisa dan Ceriping Pisang Wulandari. Pengrajin melakukan pengemasan dengan plastik sesuai standar dan menggunakan alat sealer sebagai alat bantu mengemas sebanyak 8 orang. Agar agroindustri pangan lokal di Desa Karang Tengah dapat berkembang, perlu dilakukan pendampingan secara terus-menerus dengan melibatkan institusi terkait, misalnya Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMK, Dinas Kesehatan dan Pemda Kabupaten Bantul.

Referensi : 

Istiyanti, Eni., Rahayu, Lestari., Sriyadi. 2018. Pengembangan Agroindustri Pangan Lokal Melalui Peningkatan Jaminan Mutu Pruduk dan Pengelolaan Keuangan. Jurnal Berdikari. 6(1) 40-52.


Thursday, December 10, 2020

 A. Konsep Inti STP

     STP sediri merupakan  salah satu model pemasaran yang penerapannya melibatkan tiga tahapan yaitu melakukan segmentasi pasar, menargetkan segmen yang diyakini paling menguntungkan dan memposisikan produk yang dijual dengan cara yang paling bernilai. Fokus utama dalam model pemasaran STP ini adalah pada pendekatan audiens, bukan produk. Model ini berfokus pada pemilihan segmen yang paling bernilai bagi bisnis pada saat Merancang strategi pemasaran produk agar penyampaian pesan lebih relevan di setiap segmen audiens tersebut. Beberapa kelebihan dari model Segmentation Targeting Positioning adalah:

• Mengarahkan dan memberi fokus pada strategi pemasaran seperti dalam penerapan targeted advertising, pengembangan produk baru atau diferensiasi brand dengan mengalokasikan sumber daya untuk segmentasi target. 

• Mengidentifikasi peluang pertumbuhan pasar dengan melihat pelanggan baru dan penggunaan produk

• Mencocokan sumber daya perusahaan yang efektif dan efisien untuk menargetkan segmen pasar yang menjanjikan return on marketing investment yang lebih besar

• Meningkatkan posisi perusahaan menjadi lebih kompetitif

B. Konsep Nilai Pelanggan 

     Nilai pelanggan (customer value) adalah ikatan emosional yang muncul antara pelanggan dengan produsen berupa manfaat ekonomi, fungsional dan psikologis dari konsekuensi pelanggan menggunakan produk dan jasa dalam memenuhi kebutuhan tertentu. Nilai pelanggan ditentukan oleh dua hal yaitu biaya (cost) dan manfaat (benefit). Biaya mencakup biaya uang, waktu, energi dan psikologi. Manfaat mencakup produk, jasa, pribadi dan image. Nilai pelanggan adalah penjumlahan dari manfaat dikurangi pengorbanan yang hasil sebagai konsekuensi dari pelanggan menggunakan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan tertentu. 

1) Manfaat nilai pelanggan, yakni sebagai berikut:

• Menciptakan kesetiaan dan retensi pelanggan 

• Menumbuhkan pangsa pasar 

• Membantu ekuitas pelanggan 

• Membangun hubungan yang benar dengan pelanggan yang tepat 

2) Grosir, Pengecer dan Eksportir

a. Grosir 

     Merupakan istilah dalam dunia bisnis atau perdagangan yakni badan usaha yang menjual barang dagangan kepada penjual atau pengusaha lain, misalnya pengecer, pedagang besar, perusahaan industri, lembaga pemerintah, lembaga swasta, dan lain sebagainya. Kegiatan jual beli grosir ini biasanya dalam jumlah yang relatif lebih besar, dan berhubungan dengan produsen.

b. Pengecer

     Pengecer atau disebut pula ritel adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barangsecara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Organisasi ataupun seseorang yang menjalankan bisnis ini disebut pula sebagai pengecer.

c. Eksportir

     Eksportir adalah penjualan barang ke luar negeri dengan menggunakan sistem pembayaran, kualitas, kuantitas dan syarat penjualan lainnya yang telah disetujui oleh pihak eksportir dan importir. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. Ekspor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. 

C. Segmentation

     Segmentasi pasar adalah kegiatan untuk membagi pasar berdasarkan karakteristik, daya beli, kebutuhan konsumen yang berbeda-beda dalam situasi pasar tertentu. Tujuan dari segmentasi pasar adalah untuk meningkatkan efektifitas pemasaran dengan menghasilkan produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen. Syarat dari segmentasi pasar yaitu segmentasi harus bisa diukur, segmentasi pasar logis dan bisa dijalankan, harus ada target segmentasi yang ingin dicapai, pasar lebih heterogen tetapi tetap luas. Manfaat atau kegunaan dari segmentasi pasar yaitu:

• Mengidentifikasi peluang pengembangan produk baru. 

• Mendesain program pemasaran dengan lebih efektif dalam meraih kelompok pasar yang homogen.

• Menngembangkan strategi pengalokasian sumber-sumber pemasaran dengan lebih baik.

D. Positioning

     Posisi pasar adalah kegiatan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat menciptakan kesan tertentu yang mudah diingat oleh konsumen. Posisi pasar dilakukan untuk menempatkan dan memposisikan produk pada pasar sehingga produk tersebut tampak berbeda dan menjadi terpisah dengan merek pesaing serta memposisikan produk sehingga dapat menyampaikan beberapa hal keunikan produk kepada pelanggan. Tujuan pokok strategi positioning adalah menempatkan atau memposisikan produk diatas pasar sehingga produk tersebut terpisah atau berbeda dengan merek-merek yang bersaing, dan memposisikan produk sehingga dapat menyampaikan beberapa hal pokok kepada konsumen. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam melakukan posisi pasar:

• Positioning berdasarkan atribut. Pemilihan atribut yang dijadikan basis positioning harus berdasarkan pada tujuh kriteria yaitu derajat kepentingan, keunikan, superioritas, dapat dikomunikasikan, tidak mudah ditiru, terjangkau, profitability.

• Positioning berdasarkan harga dan kualitas. Positioning ini mencipatakan kesan berkualitas tinggi melalui harga tinggi atau sebaliknya menekankan harga murah sebagai indikator nilai.

• Positioning yang didasarkan atas aspek penggunaan atau aplikasi.

• Positioning berdasarkan pemakaian produk dengan mengaitkan produk dengan tipe konsumen.

• Positioning berdasarkan kelas produk tertentu.

• Positioning berdasarkan pada posisi persaingan terhadap pesaing utama.

• Positioning berdasarkan manfaat. Beberapa bentuk manfaat produk yang dapat ditonjolkan antara lain waktu, kemudahan, kejelasan, kejujuran, kenikmatan, murah, jaminan dan sebagainya. Manfaat dapat bersifat ekonomis (murah, wajar, sesuai dengan kualitas), fisik (tahan lama, bagus, enak dilihat).

E. Targeting

     Targeting adalah mengevaluasi beragam segmen untuk memutuskan segmen mana yang menjadi target market. Serangkaian program pemasaran yang dilakukan harus sesuai dengan karakteristik pasar sasaran yang hendak dituju.

1) Menetapkan Target Pasar 

a. Mengevaluasi segmen pasar : menilai beragam segmen yang telah diketahui. Harus memperhatikan faktor , seperti daya tarik segmen keseluruhan dan tujuan serta sumber daya  perusahaan.

b. Memilih Segmen Pasar :

• Konsentrasi segmen tunggal : perusahaan memilih sebuah segmen tunggal. Contoh, Volkswagen berkonsentrasi pada pasar mobil kecil dan  porsche pada pasar mobil sport.

• Spesialisasi selekti : perusahaan memilih sejumlah segmen yang berpotensi sebagai penghasil uang. Contoh, barang antik untuk kolektor.

• Spesialisasi Produk : perusahaan berkonsentrasi dalam menghasilkan produk  tertentu yang dijual ke beberapa segmen . Contoh, Perusahaan mikroskop yang menjual mikroskop ke lab,  pemerintah, dan ke universitas.

• Spesialisasi Pasar : perusahaan berkonsentrasi melayani berbagai kebutuhan suatu kelompok pelanggan tertentu. Contoh, Perusaan yang menjual bermacam-macam produk ke lab universitas yang terdiri dari- mikroskop, osiloskop, pembakar bunsen dll.

• Cakupan Seluruh Pasar : perusahaan berusaha melayani seluruh kelompok   pelanggan dengan menyediakan smua produk yang mungkin mereka butuhkan. Biasanya dilakukan oleh perusahaan yang sangat besar.

2) Targeting

• Sigle Target (hanya menjual 1 produk di satu pasar)

• Selective Target (menjual 2 produk di dua pasar)

• Market Focus (menjual semua produk di satu pasar)

• Produk Focus (menjual 1 produk di tiga pasar)

• Mass Market ( mejual semua produk di semua pasar).








RANCANGAN DAN APLIKASI BISNIS

  Nama : Atika Febrianti NIM : 180321100061 Kelas : B Kelompok : 9 CAMILAN KHAS BAWEAN “EMPEK-EMPEK KERING IKAN TONGKOL”   Camila...