Wednesday, December 23, 2020

Bauran Pemasaran : Place (Bauran lokasi & distribusi)

A. Konsep lokasi dalam bauran pemasaran         Definisi saluran pemasaran menueut Philip Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran, Edisi Millenium (2002: 558), saluran pemasaran adalh serangkaian organisasi yang saling tergantung yang terlibat dalm proses untuk menjsdiksn produk atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi. Salah satu elemen Tempat (place) yang masuk dalam 7P Marketing mix bukan hanya diartikan sebagai tempat dimana usaha dijalankan, namun lebih luas lagi dimana “place” tersebut merupakan segala kegiatan penyaluran produk berupa barang ataupun jasa dari produsen ke konsumen (distribusi).

Dalam bauran pemasaran sendiri terdapat 4 konsep umum dalam menyusun strategi pemasaranya yaitu : 

1) Product / produk barang dan jasa 

Dalam produk sendiri merupakan produk yang akan dipasarkan sehingga dapat memberikan manfaat guna memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga dapat memuaskan konsumen. 

2) Price  / harga 

Untuk penetapan harga sendiri adalah unsur penting dimana perusahaan akan melakukan berbagai pertimbangan untuk menetapkan harga dengan mempertimbangkan biaya dan juga laba. Dimana harga sendiri adalah faktor utama penentu positioning suatu produk dan harus diputuskan dengan melihat pasar sasaran dan juga faktor lainya. 

3) Place / lokasi 

Dalam lokasi sendiri terdapat  lokasi usaha usaha yang akan dijalankan dan juga kedudukan pasar serta bagaimana saluran distribusinya 

4) Promotion 

Aspek ini berhubungan dengan berbagai usaha untuk memberikan iformasi pada pasar tentang produk atau jasa yang dijual, tempat dan saatnya.

B. Kriteria daerah kinerja yang positif untuk pemasaran

Dalam strategi untuk memilih kriteria daerah kerja yang baik uantuk dilakukanya pemasaran yaitu : 

1) Tingkat dari kepadatan penduduk sekitar lokasi usaha 

Dimana dalam hal ini semakin tinggi tingkat kepadatan penduduknya maka juga akan semakin besar pula potensi pasar dari usahanya tersebut. sehingga faktorr tersebut dapat berpengaruh terhadap kegiatan pemasaran yang ada. 

2) Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi bisnis 

Dimana dalam hal ini tingkat pendapatan masyarakat juga dapat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya daya beli konsumen yang ada. 

3) Memperhatikan tingkat keramaian lalu lalang kendaraan yang melewati bisnis anda

Dalam hal ini juga harus memperhatikan juga bagaimana kondisi laingkungan anda keramaian lingkungan anda , semakin ramai orang yang tau akan usaha anda maka akan lebih banyak konsumen yang tertarik dengan produk anda 

4) Banyaknya jenis usaha yang mendukung lokasi tersebut 

Dalam hal ini juga semakin banyak jenis usaha yang ada di sekitar lokasi anda , maka konsumen yang akan datang kedaerah anda juga akan semakin ramai.

5) Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan anda pilih 

Dalam pemilihan lokasi usaha sendiri sebaiknya jangan sampai salah memilih lokasi denganbudget dana yang sudah di rencanakan, dan juga dalam penentuan lokasi usaha sendiri sebaiknya melihat bagaimana strategis lokasi tersebut untuk dijalnkan usaha. 

6) Usahakan untuk memilih lokasi usaha yang tingkat kompetisinya rendah 

Lokasi dengan banyak perusahaan atau pengusaha dengan bisnis yang sama sebaiknya anda hindari dan memilih lokasi yang menurut anda usaha anda dapat memberikan kesan yang lebih dikonsumen , akan tetapi apabila lokasi tersebut strategis maka hendaknya anda juga harus mempersiapkan inovasi baru yang membedakan usaha anda terhadap perusahaan sejenis yang ada. 

7) Akses menuju lokasi 

Usahakan lokasi juga cukup mudah untuk diakses oleh konsumen sehingga konsumen mudah untuk mengakses lokasi usaha anda

8) Tingkat keamaanan 

Usahakan lokasi usaha sebaiknya aman sehingga menambah kenyamanan dari para konsumen yang akan membeli di usaha anda.

9) Selalu memperhatikan kebersihan lokasi usaha bisnis 

Selalu menjaga kebersihan dari lingkungan sekitar usaha anda agar konsumen merasa nyaman ketika akan berkunjung ke lokasi usaha anda. 

C. Persyaratan legislasi wilayah terkait K3 dalam kegiatan pemasaran

 Syarat-syarat Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja tertuang dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada pasal tersebut disebutkan 18 (delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja di antaranya sebagai berikut :

1. Mencegah & mengurangi kecelakaan kerja.

2. Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran.

3. Mencegah & mengurangi bahaya peledakan.

4. Memberi jalur evakuasi keadaan darurat.

5. Memberi P3K Kecelakaan Kerja.

6. Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja.

7. Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran.

8. Mencegah dan mengendalikan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan keracunan.

9. Penerangan yang cukup dan sesuai.

10. Suhu dan kelembaban udara yang baik.

11. Menyediakan ventilasi yang cukup.

12. Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban.

13. Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.

14. Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang.

15. Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan.

16. Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang

17. Mencegah tekena aliran listrik berbahaya.

18. Menyesuaikan & menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.

D. Konsep dan kegunaan saluran distribusi 

Distribusi adalah salah satu dari kegiatan ekonomi dalam penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Sementara saluran distribusi adalah saluran yang menjadi sarana produsen buat menyalurkan barang atau jasa ke konsumen. Peranan dari proses inilah yang sangat penting dalam kegiatan perdagangan. Tanpa adanya saluran distribusi, mungkin barang dari produsen tidak akan pernah sampai dan dinikmati oleh konsumen. 

Fungsi utama saluran pemasaran adalah menyalurkan barang dari produsen ke konsumen atau dari perusahaan kepada pelanggan. Selain itu, fungsi lain dari saluran distribusi adalah:

1. Information adalah mengumpulkan informasi penting tentang konsumen dan pesaing untuk merencanakan dan membantu pertukaran.

2. Promotion adalah pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif tentang produk yang ditawarkan.

3. Negotiation adalah mencoba untuk menyepakati harga dan syarat-syarat lain sehingga memungkinkan perpindahan hak kepemilikan.

4. Ordering adalah pihak distributor dapat memesan barang kepada perusahaan.

5. Payment adalah pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lainnya.

6. Title adalah perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang lain.

7. Physical Possession adalah mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan baku hingga barang jadi dan akhirnya sampai ke konsumen akhir.

8. Financing adalah meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran pemasaran.

9. Risk Taking adalah menanggung risiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran pemasaran.

E. Tipe-tipe distribusi 

Terdapat berbagai macam saluran distribusi barang konsumsi, diantaranya :

1. Produsen – Konsumen

Bentuk saluran distribusi ini merupakan yang paling pendek dan sederhana karena tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pos atau langsung mendatangi rumah konsumen (dari rumah ke rumah). Oleh karena itu saluran ini disebut saluran distribusi langsung.

2. Produsen – Pengecer – Konsumen

Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani oleh pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

3. Produsen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen

Saluran distribusi ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan saluran distribusi tradisional. Di sini, produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

4. Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen

Di sini, produsen memilih agen sebagai penyalurnya. Ia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar.

5. Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen

Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil. Agen yang terlihat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan.

F. Evaluasi dan upaya pengendalian saluran distribusi 

Masalah yang sulit bagi perusahaan yang mengandalkan fungsi perdagangan besar dan eceran pada penyalur tertentu. Penyalur independent merupakan salah satunya, mereka melaksanakan kegiatan bisnisnya untuk kepentingan sendiri. Hal ini artinya mereka hanya tertarik untuk menjual barang yang dapat meningkatkan laba mereka. Oleh karena itu produsen yang menjual melalui penyalur independent tersebut harus merancang produk  dan pemasaran menarik. Hal ini dilakukan untuk membuat agen independent agar lebih dekat dan terikat dengan produsen, maka sebaiknya produsen harus mengambil beberapa kebijaksanaan seperti :

1. Produsen harus menyatakan bahwa tugasnya tidak berakhir pada saat produk terjual, tetapi masih perlu memberikan pelayanan sesudah penjualan kepada pembeli akhir. Oleh karena itu program tersebut harus dikordinasikan dengan para penyalur sehingga komunikasi dengan pembeli akhir dan informasi dapat diperoleh dengan cepat dan tepat.

2. Produsen harus menyatakan bahwa masalah yang dihadapi penyalur merupakan masalah bagi produsen.

3. Produsen harus memberikan ganti kepada penyalur atas garansi dan servis lain yang diberikan kepada pembeli.

4. Produsen harus memberikan semangat kepada penyalur dengan memberikan sejumlah intensif. Beberpa teknik pemberian intensif yang dapat digunakan antara lain : 

• Konsesi harga, misalnya : potongan harga, potongan tunai. 

• Bantuan keuangan, misalnya : pembelian secara kredit.

• Proteksi, misalnya : proteksi harga, proteksi keuangan.

G. Manajemen konflik dalam saluran distribusi

Konflik dapat dianggap terjadi bila anggota saluran distribusi merasa bahwa tindakan pihak lain merintangi atau merugikan kinerja mereka dalam mencapai tujuan. Hal ini dapat mempengaruhi proses penyampaian barang kepada konsumen. 

• Mengelola Konflik Saluran

Ketika perusahaan menambah saluran, perusahan menanggung terciptanya konflik saluran,yang beberapa bisa bersifat membangun, tapi juga bisa menciptakan disfungsional.Tantanganya adalah bukan menghilangkan konflik, tapi mengelolanya dengan lebih baik, agarbersifat membangun dan mengarah pada adaptasi yang lebih baik terhadapa peruahanlingkungan.

Manajemen konflik yang efektif salah satunya adalahpenerapan tujuan superordinat. Anggotasaluran menyetujui tujuan dasar yang mereka cari bersama, baik tujuan bertahan hidup, pangsapasar, atau kepuasan pelanggan. Mereka melakukan ini ketika saluran menghadapi ancaman dariluar.Langkah yang bermanfaat adalahmenukar orang-orang antar dua atau lebih saluran.Harapannya agar peserta akan semakin saling menghargai sudut pandang pihak lain.Ko-optasiadalah usaha yang dilakukan suatu organisasi untuk mendapatkan dukungan daripemimpin organisasi lain dengan memasukan mereka dalam dewan penasihat, dewan direksi,dan semacamnya. 

Diplomasiterjadi ketika masing-masing pihak mengirimkan seorang/ sekelompok untukbertemu dengan pihak lawan untuk menyelesaikan konflik.Mediasiberarti memilih pihak ketiga yang netral dan memiliki keahlian yang dapanmendamaikan kepentingan kedua belah pihak.Arbitrasiterjadi ketika dua pihak setuju memaparkan permasalahan mereka kepada satu ataulebih arbitrator dan menerima keputusan arbitrasi.Tuntutan hukummerupakan langakah terakhir untuk mengelola konflik. Kesepakatan kompromitercapai dengan menerapkan eksplorasi gabungan sistem layanan dan distribusi baru untuk melengkapi sistem.

Thursday, December 17, 2020

Bauran Produk

 A. Definisi Bauran Produk & Macam-macam Produk 

Definisi bauran produk menurut Kotler (2009:16) adalah sebagai berikut Bauran Produk (Product Mix) adalah kumpulan dari semua produk dan unit produk yang ditawarkan penjual tertentu kepada pembeli.

Menurut Kotler (2008:148) bauran produk suatu perusahaan memiliki lebar, panjang, kedalaman, dan konsistensi tertentu. Konsep-konsep dimensi tersebut antara lain:

1) Lebar bauran produk

Lebar bauran produk mengacu pada berapa banyak macam lini produk yang ada pada suatu perusahaan.

2) Panjang bauran produk

Panjang bauran produk mengacu pada jumlah unit produk dalam bauran produk suatu perusahaan.

3) Kedalaman bauran produk

Kedalaman bauran produk mengacu pada beberapa banyak varian yang ditawarkan tiap produk dalam lini suatu perusahaan

4) Konsistensi bauran produk

Konsistensi bauran produk mengacu pada seberapa  erat hubungan berbagai lini produk dalam hal penggunaan akhir, persyaratan produksi, saluran distribusi, atau hal lainnya.

• Macam-Macam Produk

1) Produk Konsumsi 

• Barang kebutuhan sehari-hari

• Produk belanja 

• Produk khusus

2) Produk Industri 

• Bahan baku dan suku cadang pabrik

• Barang modal

• Perlengkapan dan layanan bisnis 

B. Strategi Pemasaran Produk 

1) Ketahui target pasar 

Langkah pertama yang dapat dilakukan yaitu lakukan riset siapa yang menjadi target pasar. Semakin spesifik target pasar, semakin besar peluang untuk sukses. Contohnya jika bergerak di bagian pakaian remaja perempuan. Maka dapat menargetkan pasar dengan penyesuaian pada produk yang di produksi. Seperti perempuan yang masih sekolah dan berumur 12-18 tahun.

2) Menggunakan Social Media

Media sosial adalah alat pemasaran yang paling ampuh karena hampir semua orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, sangat aktif menggunakannya. Contohnya berpromosi menggunakan Instagram dan Facebook. Dengan media sosial, perusahaan dapat menjalin interaksi secara luas dengan berbagai kalangan, dengan biaya yang murah dan visibilitas atau keterlihatan yang tinggi.

3) Memilih Tempat Strategis 

Kriteria pemilihan tempat strategis ini harus menyesuaikan dengan target sasaran serta kemudahan untuk menjangkaunya. Misalnya, jika memutuskan untuk menjual kebutuhan perlengkapan anak kos, maka berjualan di dekat area kampus atau tempat sekolah akan membuat kemungkinan produk cepat laku dan terlihat.

C. Definisi Jasa & Macam-macam Jasa

Jasa merupakan berbagai kegiatan ekonomi dengan hasil keluaran yang tidak berwujud yang ditawarkan dari penyedia sebuah jasa yakni perusahaan kepada pengguna jasa atau konsumen.

• Macam-macam Jasa

1) Usaha rumah tangga 

2) Jasa perumahan 

3) Jasa hiburan atau rekreasi 

4) Jasa perawatan pribadi 

5) Jasa kesehatan 

6) Jasa bisnis 

7) Jasa komunikasi 

8) Jasa transportasi 

9) Jasa keuangan 

10) Jasa pendidikan 

D. Strategi Pemasaran Jasa

1) Mengenali konsumen atau target market. Dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai sesuai keinginan konsumen, hal tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk kembali lagi menggunakan jasa yang ditawarkan karena pada umumnya konsumen tidak suka jika menunggu terlalu lama akan pelayanan yang mereka butuhkan.

2) Memilih lokasi yang strategis. Pemilihan lokasi yang tepat juga penting dalam strategi pemasaran jasa. Cobalah untuk mempertimbangkan lokasi yang tepat untuk mendapatkan konsumen atau pelanggan yang sesuai dengan target penjualannya.

3) Menggunakan internet marketing yaitu melalui situs jejaring sosial seperti Facebook, Instagram dan lainnya untuk dapat menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan suatu kepuasan yang lebih bagi konsumen. Jika teknologi yang digunakan semakin canggih, maka semakin cepat pula pelayanan yang akan diberikan untuk konsumen.

4) Melakukan promosi offline seperti berpartisipasi di acara pameran yang sesuai dengan jenis usaha bisnis Anda. Promosi ini terbukti akan dapat meningkatkan kepercayaan pada konsumen atas eksistensi bisnis atau perusahaan Anda. Lakukan strategi promosi secara rutin dengan cara-cara yang kreatif sehingga konsumen lebih tertarik dan tidak merasa bosan.

5) Menjalin hubungan yang baik dengan para konsumen.

E. Studi Kasus

"Pengembangan Agroindustri Pangan Lokal Melalui Peningkatan Jaminan Mutu Pruduk dan Pengelolaan Keuangan"

Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan agroindustri pangan di Desa Karang Tengah dilakukan melalui berbagai kegiatan yaitu pendampingan pembentukan kelompok pengrajin olahan pangan dan monitoring kegiatan, pelatihan dan pendampingan pembuatan laporan keuangan sederhana, sosialisasi dan pendampingan perijinan P-IRT, pelatihan pengemasan dan penyerahan sealer serta plastik berbagai jenis yang dapat digunakan untuk mengemas produk dari para pengrajin. Kelompok pengrajin olahan pangan Karang Rejek dalam menjalankan perannya sebagai wahana belajar, kerjasama dan unit produksi masih terbatas karena pembentukannya belum lama. Sebanyak 6 pengrajin olahan pangan di Desa Karang Tengah tetap menerapkan sistem administrasi keuangan sederhana, akan tetapi masih banyak yang tidak melanjutkan membuat pembukuan keuangan dengan alasan meropotkan. Penjaminan mutu produk olahan pangan dilakukan dengan sertifikat P-IRT dan perbaikan kemasan produk. 

Sebanyak 3 produk olahan pangan telah memperoleh sertifikat P-IRT yaitu Bakpia Sri Lestari, Keripik telo Anisa dan Ceriping Pisang Wulandari. Pengrajin melakukan pengemasan dengan plastik sesuai standar dan menggunakan alat sealer sebagai alat bantu mengemas sebanyak 8 orang. Agar agroindustri pangan lokal di Desa Karang Tengah dapat berkembang, perlu dilakukan pendampingan secara terus-menerus dengan melibatkan institusi terkait, misalnya Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMK, Dinas Kesehatan dan Pemda Kabupaten Bantul.

Referensi : 

Istiyanti, Eni., Rahayu, Lestari., Sriyadi. 2018. Pengembangan Agroindustri Pangan Lokal Melalui Peningkatan Jaminan Mutu Pruduk dan Pengelolaan Keuangan. Jurnal Berdikari. 6(1) 40-52.


Thursday, December 10, 2020

 A. Konsep Inti STP

     STP sediri merupakan  salah satu model pemasaran yang penerapannya melibatkan tiga tahapan yaitu melakukan segmentasi pasar, menargetkan segmen yang diyakini paling menguntungkan dan memposisikan produk yang dijual dengan cara yang paling bernilai. Fokus utama dalam model pemasaran STP ini adalah pada pendekatan audiens, bukan produk. Model ini berfokus pada pemilihan segmen yang paling bernilai bagi bisnis pada saat Merancang strategi pemasaran produk agar penyampaian pesan lebih relevan di setiap segmen audiens tersebut. Beberapa kelebihan dari model Segmentation Targeting Positioning adalah:

• Mengarahkan dan memberi fokus pada strategi pemasaran seperti dalam penerapan targeted advertising, pengembangan produk baru atau diferensiasi brand dengan mengalokasikan sumber daya untuk segmentasi target. 

• Mengidentifikasi peluang pertumbuhan pasar dengan melihat pelanggan baru dan penggunaan produk

• Mencocokan sumber daya perusahaan yang efektif dan efisien untuk menargetkan segmen pasar yang menjanjikan return on marketing investment yang lebih besar

• Meningkatkan posisi perusahaan menjadi lebih kompetitif

B. Konsep Nilai Pelanggan 

     Nilai pelanggan (customer value) adalah ikatan emosional yang muncul antara pelanggan dengan produsen berupa manfaat ekonomi, fungsional dan psikologis dari konsekuensi pelanggan menggunakan produk dan jasa dalam memenuhi kebutuhan tertentu. Nilai pelanggan ditentukan oleh dua hal yaitu biaya (cost) dan manfaat (benefit). Biaya mencakup biaya uang, waktu, energi dan psikologi. Manfaat mencakup produk, jasa, pribadi dan image. Nilai pelanggan adalah penjumlahan dari manfaat dikurangi pengorbanan yang hasil sebagai konsekuensi dari pelanggan menggunakan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan tertentu. 

1) Manfaat nilai pelanggan, yakni sebagai berikut:

• Menciptakan kesetiaan dan retensi pelanggan 

• Menumbuhkan pangsa pasar 

• Membantu ekuitas pelanggan 

• Membangun hubungan yang benar dengan pelanggan yang tepat 

2) Grosir, Pengecer dan Eksportir

a. Grosir 

     Merupakan istilah dalam dunia bisnis atau perdagangan yakni badan usaha yang menjual barang dagangan kepada penjual atau pengusaha lain, misalnya pengecer, pedagang besar, perusahaan industri, lembaga pemerintah, lembaga swasta, dan lain sebagainya. Kegiatan jual beli grosir ini biasanya dalam jumlah yang relatif lebih besar, dan berhubungan dengan produsen.

b. Pengecer

     Pengecer atau disebut pula ritel adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barangsecara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Organisasi ataupun seseorang yang menjalankan bisnis ini disebut pula sebagai pengecer.

c. Eksportir

     Eksportir adalah penjualan barang ke luar negeri dengan menggunakan sistem pembayaran, kualitas, kuantitas dan syarat penjualan lainnya yang telah disetujui oleh pihak eksportir dan importir. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. Ekspor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. 

C. Segmentation

     Segmentasi pasar adalah kegiatan untuk membagi pasar berdasarkan karakteristik, daya beli, kebutuhan konsumen yang berbeda-beda dalam situasi pasar tertentu. Tujuan dari segmentasi pasar adalah untuk meningkatkan efektifitas pemasaran dengan menghasilkan produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen. Syarat dari segmentasi pasar yaitu segmentasi harus bisa diukur, segmentasi pasar logis dan bisa dijalankan, harus ada target segmentasi yang ingin dicapai, pasar lebih heterogen tetapi tetap luas. Manfaat atau kegunaan dari segmentasi pasar yaitu:

• Mengidentifikasi peluang pengembangan produk baru. 

• Mendesain program pemasaran dengan lebih efektif dalam meraih kelompok pasar yang homogen.

• Menngembangkan strategi pengalokasian sumber-sumber pemasaran dengan lebih baik.

D. Positioning

     Posisi pasar adalah kegiatan untuk merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat menciptakan kesan tertentu yang mudah diingat oleh konsumen. Posisi pasar dilakukan untuk menempatkan dan memposisikan produk pada pasar sehingga produk tersebut tampak berbeda dan menjadi terpisah dengan merek pesaing serta memposisikan produk sehingga dapat menyampaikan beberapa hal keunikan produk kepada pelanggan. Tujuan pokok strategi positioning adalah menempatkan atau memposisikan produk diatas pasar sehingga produk tersebut terpisah atau berbeda dengan merek-merek yang bersaing, dan memposisikan produk sehingga dapat menyampaikan beberapa hal pokok kepada konsumen. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam melakukan posisi pasar:

• Positioning berdasarkan atribut. Pemilihan atribut yang dijadikan basis positioning harus berdasarkan pada tujuh kriteria yaitu derajat kepentingan, keunikan, superioritas, dapat dikomunikasikan, tidak mudah ditiru, terjangkau, profitability.

• Positioning berdasarkan harga dan kualitas. Positioning ini mencipatakan kesan berkualitas tinggi melalui harga tinggi atau sebaliknya menekankan harga murah sebagai indikator nilai.

• Positioning yang didasarkan atas aspek penggunaan atau aplikasi.

• Positioning berdasarkan pemakaian produk dengan mengaitkan produk dengan tipe konsumen.

• Positioning berdasarkan kelas produk tertentu.

• Positioning berdasarkan pada posisi persaingan terhadap pesaing utama.

• Positioning berdasarkan manfaat. Beberapa bentuk manfaat produk yang dapat ditonjolkan antara lain waktu, kemudahan, kejelasan, kejujuran, kenikmatan, murah, jaminan dan sebagainya. Manfaat dapat bersifat ekonomis (murah, wajar, sesuai dengan kualitas), fisik (tahan lama, bagus, enak dilihat).

E. Targeting

     Targeting adalah mengevaluasi beragam segmen untuk memutuskan segmen mana yang menjadi target market. Serangkaian program pemasaran yang dilakukan harus sesuai dengan karakteristik pasar sasaran yang hendak dituju.

1) Menetapkan Target Pasar 

a. Mengevaluasi segmen pasar : menilai beragam segmen yang telah diketahui. Harus memperhatikan faktor , seperti daya tarik segmen keseluruhan dan tujuan serta sumber daya  perusahaan.

b. Memilih Segmen Pasar :

• Konsentrasi segmen tunggal : perusahaan memilih sebuah segmen tunggal. Contoh, Volkswagen berkonsentrasi pada pasar mobil kecil dan  porsche pada pasar mobil sport.

• Spesialisasi selekti : perusahaan memilih sejumlah segmen yang berpotensi sebagai penghasil uang. Contoh, barang antik untuk kolektor.

• Spesialisasi Produk : perusahaan berkonsentrasi dalam menghasilkan produk  tertentu yang dijual ke beberapa segmen . Contoh, Perusahaan mikroskop yang menjual mikroskop ke lab,  pemerintah, dan ke universitas.

• Spesialisasi Pasar : perusahaan berkonsentrasi melayani berbagai kebutuhan suatu kelompok pelanggan tertentu. Contoh, Perusaan yang menjual bermacam-macam produk ke lab universitas yang terdiri dari- mikroskop, osiloskop, pembakar bunsen dll.

• Cakupan Seluruh Pasar : perusahaan berusaha melayani seluruh kelompok   pelanggan dengan menyediakan smua produk yang mungkin mereka butuhkan. Biasanya dilakukan oleh perusahaan yang sangat besar.

2) Targeting

• Sigle Target (hanya menjual 1 produk di satu pasar)

• Selective Target (menjual 2 produk di dua pasar)

• Market Focus (menjual semua produk di satu pasar)

• Produk Focus (menjual 1 produk di tiga pasar)

• Mass Market ( mejual semua produk di semua pasar).








RANCANGAN DAN APLIKASI BISNIS

  Nama : Atika Febrianti NIM : 180321100061 Kelas : B Kelompok : 9 CAMILAN KHAS BAWEAN “EMPEK-EMPEK KERING IKAN TONGKOL”   Camila...