Wednesday, September 25, 2019

Rancang Keuangan Usahamu

Bab 6
Keuangan Pribadi dan Keuangan Usaha
Seorang pengusaha dalam menjalankan usaha tidak boleh mengabaikan dalam memisahkan antara uang pribadu dan uang usaha. Supaya saat kedapannya nanti tidak sesuatu hal yang tidak diinginkan. Berikut ini adalah tips sederhana untuk membuat keuangan usaha dan keuangan pribadi menjadi sehat dan seimbang:
1. Pisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi
2. Tentukan jumlah uang yang akan digunakan 
untuk kebutuhan usaha
3. Catat pengeluaran dan pemasukan dengan rapi
4. Kurangi resiko dengan cara menghindari hutang
5. Gaji diri sendiri
Berapa yang boleh diambil untuk memenuhi kebutuhan pribadi, berapa yang seharusnya tetap disimpan sebagai modal berputar atau pengembangan usaha dan berapa untuk membayar cicilan hutang. Bagaimana caranya?
1. Melakukan pencatatan : Catatlah dengan rapi transaksi-transaksi yang dilakukan setiap hari.
2. Alokasi dana : Tentukan nilainya atau nominalnya untuk menikmati jumlah uang yang tetap atau pasti untuk kebutuhan keluarga dan pribadi. 
3. Memisahkan uang usaha dan pribadi : berkomitmen untuk tidak mengambil uang usah untuk keperluan pribadi. 
Mengelola Keuangan Usaha
Seorang pengusaha harus mengelola keuangan usaha dengan baik dan bijak karena dengan mengelola keuangan usaha dengan baik maka usaha akan berjalan dengan baik begitu juga sebaliknya. 

Pemasaran

Bab 5
Pemasaran
Pemasaran merupakan kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan konsumen dan mencapai sasaran serta tujuan perusahaan.
Mengembangkan Strategi yang Efektif 
Dalam menjalankan suatu usaha hendaknya mengadakan pemasaran agar informasi nilai kegunaan serta manfaat pada barang atau jasa yang kita jual tersampaikan pada target konsumen. Makna dari strategi pemasaran :
a) Strategi : cara-cara yang dilakukan agar tercapainya suatu tujuan yang diinginkan.
b) Pemasaran : (sudah dijelaskan pada paragraf pertama)
c) Strategi pemasaran : cara-cara yang dilakukan dengan memiliki kemampuan menentukan harga
Manfaat Strategi Pemasaran 
a) Merencanakan produk dan membuat produk yang benar-benar diinginkan oleh konsumen
b) Menentukan harga jual yang tepat
c) Mempromosikan barang dengan menggunkan media yang tepat
Bauran Pemasaran (Marketing Mix) 
• Prodict (produk) : suatu produk atau jasa yang akan ditawarkan pada calon konsumen
• Price (harga) : Sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk memiliki atau menikmati barang atau jasa
• Place (tempat penjualan atau jlir distribusi) : tempat atau lokasi untuk menjual agar konsumen dapat dengan mudah untuk menemukan produk
• Promotion (promosi) : kegiatan yang dilakukan oleh pengusaha agar produk atau jasanya lebih dikenal oleh calon konsumen.
Hal yang harus dipertimbangkan sebelum menerapkan Bauran Pemasaran yaitu :
•Solusi Pelanggan (Customer Solution).
•Biaya Pelanggan (Customer Cost).
•Kenyamanan (Convenience).
•Komunikasi (Communication).
Anggaran Pemasaran 
Setelah melakukan strategi pemasaran pengusaha harus melakukan anggaran pemasaran yang sesuai dengan barang atau jasa yang akan dijual kepada calon konsumen.

Sunday, September 22, 2019

Produksi dan Proyeksi Keuangan

Bab 4
Produksi dan Proyeksi Keuangan
Produksi adalah suatu kegiatan yang mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah matang ataupun matang seutuhnya yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan orang lain.
Sumber Daya Utama, Modal Awal, dan Alur Produksi
Dalam memulai sebuah usaha, sumber daya
utama dibagi menjadi dua, yaitu peralatan-peralatan yang digunakan untuk mendukung
terciptanya suatu produk dan bahan-bahan yang akan digunakan dalam proses produksi.
Berikut ini akan dibahas satu per satu peralatan, bahan baku, dan alur proses produksi :
1. Peralatan yang digunakan
Alat-alat sangat dibutuhkan dalam proses produksi. Misalnya dalam memproduksi keripik pisang alat-alat yang digunakan antara lain seertu wajan, kompor, tabung gas, pisau, baskom, dll.
2. Memahami dengan pasti alur proses produksi
Untuk menghasilkan produk atau jasa yang unggul dan berkualitas pengusaha harus memahami dengan pasti setiap alur proses produksi. Misalnya usaha keripik pisang hal pertama yang harus dilakukan adalah mengupas kulit pisangnya terlebih dahulu kemudian mengiris pisang sesuai dengan selera, lalu campurkan pisang yang sudah diiris tadi dengan varian rasa yang diinginkan, lalu goreng pisang hingga warnanya kekuning-kuningan, terakhir tiriskan keripik pisang jika sudah dingin kemas kerispik pisang dengan kemasan yang unik.
Biaya Produksi 
Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membuat produk yang akan dijual. Sifat biaya produksi adalah tidak tetap. Dalam menghitung biaya produksi, ada 3 hal yang harus diperhitungkan, yaitu:
a) Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL) 
Yaitu bahan baku utama yang tidak bisa digantikan dengan bahan baku lain. Misalnya, bahan baku untuk usaha keripik pisang. Bahan baku utamanya adalah pisang.
b) Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
Yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memberi upah atau gaji pada seseorang yang membuat produk.
c) Biaya Pendukung
Yaitu biaya yang mendukung proses produksi namun berbeda dengan BBBL dan BTKL. Misalnya, biaya untuk kemasan, label merk, dll.
Menetapkan Harga Jual
Cara untuk menatapkan harga jual yaitu dengan menjumlahkan semua bahan dan alat yang sudah dibeli kemudian dibagi dengan hasil (misalnya usaha keripik pisang) keripik pisang yang sudah dibungkus. Misalnya, 20 bungkus keripik pisang, alat dan bahannya seharga Rp. 170.000 kemudian dibagi, hasilnya Rp 8.500 jika keripik pisang dijual seharga Rp. 13.000 keuntungan kotor perunitnya yaitu Rp. 4.500.

Perkiraan Perhitungan Biaya Operasional
Yaitu dengan cara menjumlahkan biaya operasional yang terdiri dari sewa tempat, listrik dan air, biaya promosi, gaji, dll. Maka akan diketahui total biaya operasionalnya.
Perhitungan Untuk Menutup Biaya Operasional
Yaitu dengan menggunakan rumus :
BEP (UNIT) = Total biaya Operasional / Laba Kotor Perunit
Perhitungan Balik Modal
Yaitu dengan menggunakan rumus :
Balik Modal (UNIT) = Total Biaya Memulai / Laba Kotor Perunit

Target Produksi, Penjualan dan Perkiraan Laba Kotor
Pengusaha harus memiliki target produksi agar bergairah ketika memulai suatu usaha. Penjualan dan perkiraan laba kotor sifatnya tidak tetap karena tergantung pada rencana dan target yang dilakukan oleh pengusaha.

Kenali Usahaku

Bab 3
KENALI USAHA KU
Ketika seorang pengusaha ingin memulai usahanya maka pengusaha tersebut harus mengetahui atau memahami kriteria pelanggan dan konsumen yang ada karena pengusaha tidak mungkin akan menjual semua produk atau jasa yang diperlukan oleh pelanggan dan konsumen. 
KEUNGGULAN BERSAING 
Semua pengusaha pasti memiliki pesaing untuk produk atau jasa yang dijualnya. Maka dari itu pengusaha harus mengembangkan,l dan meningkatkan kualitas  produk atau jasanya sehingga pelanggan dan konsumen akan tetap setia pada perusahaan yang kita jalankan. Ada dua cara untuk menciptakan keunggulan bersaing yaitu :
1. Biaya produksi yang lebih murah 
Membuat biaya produksi lebih murah dari perusahaan yang lain dengan cara membeli bahan baku dengan jumlah banyak, mencari pemasok yang lebih murah, dengan begitu pengusaha dapat menjual produknya lebih murah dibandingkan pengusaha yang lain. 
2. Menciptakan perbedaan dengan produk yang lain
Perbedaan pada produk perusahaan itu sangat penting karena, pelanggan dan konsumen dapat dengan mudah untuk menemukannya. Caranya yaitu dengan membedakan merk, kemasan produk lebih menarik , varian rasa produk dibuat lebih banyak, manfaat produk untuk kesehatan, dll. 

Tuesday, September 17, 2019

Gali Ide Usahamu

Analisa Pros-Cons (Aspek Positif dan Aspek Negatif)
     Analisa Pros-Cons adalah analisa yang digunkan untuk membandingkan aspek positis dan aspek negatif pada usaha yang akan dijalankan. Analisa ini digunkan apabila pengusaha memiliki ide bisnis yang lebih dari satu. Dengan menggunkan analisa pros-cons ini pengusaha dapat mengetahui usaha mana yang lebih baik atau layak untuk dijalankan.
     Dalam analisa pros-cons ini diperlukan untuk mencari, mengumpulkan, mencatat semua informasi yang diperlukan untuk usaha yang akan dijanlkan kemudian dikelompokkan menjadi dua yaitu pros (aspek positif) dan cons (aspek negatif). Beberapa informasi yang harus didata adalah :

1. Keahlian yang dimiliki pengusaha untuk menjalankan usaha tersebut

Keahlian merupakan bagian yang terpenting dalam diri pengusaha karena ketika pengusaha ingin menjalankan usahanya marus mencocokkan terlebih dahulu apa keahlian, apa kemampuan, apa skill dari pengusaha tersebut dengan begitu pengusaha akan tahu usaha apa yang akan dijalankan.

2. Ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan

Pengusaha harus mengetahui ketersedian bahan baku yang akan digunakan untuk usahanya. Jika ketersedian bahan baku tersebut tidak ada maka pengusaha tersebut harus memikirkan bahan baku pengganti seperti apa yang cocok dengan usahanya.

3. Kemudahan mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan

Untuk memudahkan memperoleh bahan baku yang digunakan dalam menjalankan usahanya, pengusaha bisa bekerjasama dengan produsen pertama bahan baku tersebut.

4. Kemampuan dalam memproduksi dalam satu periode

Pengusaha harus mengetahui berapa banyak produk yang bisa dibuat dalam satu periode produksi, misalnya dalam satu hari lala mampu membuat salad buah sebanyak 5 baskom besar dengan ukuran 1500 ml kemudian lala mengemasnya menggunakan toples berbentuk persegi dengan ukuran 250 ml sebanyak 6 salad buah siap jual.

5. Keberadaan dan jumlah pesaing yang mempunyai produk sejenis

Pengusaha harus mengetahui pesaing yang menjual produk atau jasa yang sejenis

Analisa SWOT

Analisa SWOT digunakan untuk mengukur kekuatan (stength), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan mencari informasi apalabila terjadi ancaman/gangguan (threats). Setelah melakukan analisa SWOT, pengusaha dapat memikirkan cara untuk memaksimalkan kekuatannya, mengatasi kelemahannya, memanfaatkan peluang yang ada, dan bersiap 
menghadapi ancaman dan gangguan yang muncul.
Analisa Pesaing
Seperti yang sudah disebutkan tadi bahwa pengusaha harus mengetahui berapa pesaing yang ada dan keberadaan pesaing yang menjual produk atau jasa yang sejenis. Setelah mengetahui itu semua pengusaha harus berupaya untuk memperbaiki atau membuat inovasi yang baru (mengupgrade)  produk atau jasanya agar mendapatkan pelanggan dan konsumen sebanyak-banyaknya.  

Sunday, September 15, 2019

Jadi Pengusaha Mandiri (JAPRI)

Bab 1
Karakter Pengusaha Sukses
1. Buat Passion Jadi Usaha
Ketika kita sedang menjalankan bisnis maka kita harus menikmatinya, dengan begitu kita akan merasa memiliki usaha yang sedang kita jalankan dan gairah akan mendorongkan hasil yang luar biasa.
2. Jalankan dengan Serius
Kita harus benar-benar percaya dan serius dalam menjalankan bisnis yang kita jual. Pengusaha harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Pengusaha yang percaya diri tidak akan takut untuk bersaing dengan pengusaha yang lain.
3. Rencanakan Semuanya dengan Matang
Dalam menjalankan usaha harus merencanakan apa saja yang harus dilakukan dalam memulai usaha tersebut. Tujuannya untuk meminimalisir kesalahan yang akan terjadi.
4. Mengelola Uang dengan Bijak
Dalam menjalankan usaha mengelola uang dengan bijak itu sangat penting, karena dengan mengelola uang tersebut perusahaan tidak akan mengalami kekurangan dana.
5. Fokus Terhadap Konsumen dan Pelanggan
Untuk menjual barang atau jasa kita harus mengikuti selera, kebutuhan, dan keinginan konsumen dan pelanggan dengan begitu pelanggan dan konsumen akan merasa puas dengan barang atau jasa yang kita jual.
6. Ciptakan Keunggulan Kompetitif
Barang atau jasa yang kita jual hendaknya memiliki nilai yang lebih unggul atau lebih baiknya berbeda daripada yang lain dengan begitu pelanggan dan konsumen akan lebih memilih barang atau jasa yang kita jual.
Menjadi Pengusaha yang Beretika
1. Jujur
Untuk menjadi sukses hal pertama yang harus ada di dalam diri kita adalah jujur. Memberi tahu informasi kekurangan dan kelebihan barang atau jasa yang kita jual dengan begitu pelanggan dan konsumen tidak beralih dari kita.
2. Komitmen
Pengusaha harus berkonitmen dan menepati janji kepada pelanggan dan konsumen agar mereka tidak beralih pada perusahaan yang lain.
3. Loyalitas atau Kesetiaan
Dalam menyampaikan informasi pada pelanggan dan konsumen hendaknya memisahkan masalah pribadi dengan pekerjaan agar usaha yang kita jalankan berjalan dengan baik.
4. Kepedulian
Pengusaha harus peduli terhadap pelanggan dan konsumen dan memberikan keputusan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
5. Mematuhi Aturan
Dalam menjalankan bisnis pengusaha maupun karyawan harus mematuhi aturan yang ada dalam perusahaan.

RANCANGAN DAN APLIKASI BISNIS

  Nama : Atika Febrianti NIM : 180321100061 Kelas : B Kelompok : 9 CAMILAN KHAS BAWEAN “EMPEK-EMPEK KERING IKAN TONGKOL”   Camila...