Sunday, September 22, 2019

Produksi dan Proyeksi Keuangan

Bab 4
Produksi dan Proyeksi Keuangan
Produksi adalah suatu kegiatan yang mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah matang ataupun matang seutuhnya yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan orang lain.
Sumber Daya Utama, Modal Awal, dan Alur Produksi
Dalam memulai sebuah usaha, sumber daya
utama dibagi menjadi dua, yaitu peralatan-peralatan yang digunakan untuk mendukung
terciptanya suatu produk dan bahan-bahan yang akan digunakan dalam proses produksi.
Berikut ini akan dibahas satu per satu peralatan, bahan baku, dan alur proses produksi :
1. Peralatan yang digunakan
Alat-alat sangat dibutuhkan dalam proses produksi. Misalnya dalam memproduksi keripik pisang alat-alat yang digunakan antara lain seertu wajan, kompor, tabung gas, pisau, baskom, dll.
2. Memahami dengan pasti alur proses produksi
Untuk menghasilkan produk atau jasa yang unggul dan berkualitas pengusaha harus memahami dengan pasti setiap alur proses produksi. Misalnya usaha keripik pisang hal pertama yang harus dilakukan adalah mengupas kulit pisangnya terlebih dahulu kemudian mengiris pisang sesuai dengan selera, lalu campurkan pisang yang sudah diiris tadi dengan varian rasa yang diinginkan, lalu goreng pisang hingga warnanya kekuning-kuningan, terakhir tiriskan keripik pisang jika sudah dingin kemas kerispik pisang dengan kemasan yang unik.
Biaya Produksi 
Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membuat produk yang akan dijual. Sifat biaya produksi adalah tidak tetap. Dalam menghitung biaya produksi, ada 3 hal yang harus diperhitungkan, yaitu:
a) Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL) 
Yaitu bahan baku utama yang tidak bisa digantikan dengan bahan baku lain. Misalnya, bahan baku untuk usaha keripik pisang. Bahan baku utamanya adalah pisang.
b) Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
Yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memberi upah atau gaji pada seseorang yang membuat produk.
c) Biaya Pendukung
Yaitu biaya yang mendukung proses produksi namun berbeda dengan BBBL dan BTKL. Misalnya, biaya untuk kemasan, label merk, dll.
Menetapkan Harga Jual
Cara untuk menatapkan harga jual yaitu dengan menjumlahkan semua bahan dan alat yang sudah dibeli kemudian dibagi dengan hasil (misalnya usaha keripik pisang) keripik pisang yang sudah dibungkus. Misalnya, 20 bungkus keripik pisang, alat dan bahannya seharga Rp. 170.000 kemudian dibagi, hasilnya Rp 8.500 jika keripik pisang dijual seharga Rp. 13.000 keuntungan kotor perunitnya yaitu Rp. 4.500.

Perkiraan Perhitungan Biaya Operasional
Yaitu dengan cara menjumlahkan biaya operasional yang terdiri dari sewa tempat, listrik dan air, biaya promosi, gaji, dll. Maka akan diketahui total biaya operasionalnya.
Perhitungan Untuk Menutup Biaya Operasional
Yaitu dengan menggunakan rumus :
BEP (UNIT) = Total biaya Operasional / Laba Kotor Perunit
Perhitungan Balik Modal
Yaitu dengan menggunakan rumus :
Balik Modal (UNIT) = Total Biaya Memulai / Laba Kotor Perunit

Target Produksi, Penjualan dan Perkiraan Laba Kotor
Pengusaha harus memiliki target produksi agar bergairah ketika memulai suatu usaha. Penjualan dan perkiraan laba kotor sifatnya tidak tetap karena tergantung pada rencana dan target yang dilakukan oleh pengusaha.

No comments:

Post a Comment

RANCANGAN DAN APLIKASI BISNIS

  Nama : Atika Febrianti NIM : 180321100061 Kelas : B Kelompok : 9 CAMILAN KHAS BAWEAN “EMPEK-EMPEK KERING IKAN TONGKOL”   Camila...