Friday, January 22, 2021

UJIAN AKHIR SEMESTER (MANAJEMEN PEMASARAN)

 

A.     STARTEGI PEMASARAN BERAS MERAH ORGANIK

Ø  SEGMENTASI

Segmentasi pasar merupakan pembagian kelompok pembeli yang memiliki perbedaan kebutuhan, karakteristik, ataupun perilaku yang berbeda di dalam suatu pasar tertentu. Segmentasi pasar bisa juga diartikan sebagai pengidentifikasian analisis perbedaan para pembeli di pasar. Secara geografis beras merah organik ini hanya dipasarkan di seluruh wilayah indoensia. Secara demografis beras merah organik menargetkan semua kalangan dan jenis kelamin. Secara psikografis beras merah organik ditujukan kepada kalangan kelas atas hingga kelas menengah.

Ø  TARGETING

Targeting adalah proses mengevaluasi segmentasi dan pemfokusan strategi pemasaran pada suatu kelompok konsumen yang potensial untuk memberikan respon (DEWI et al., 2017). Beras merah organik ini menargetkan semua kalangan dan semua jenis kelamin dapat mengkonsumsi beras merah organik ini. Serta menargetkan pada kalangan kelas atas hingga menengah.

Ø  POSITIONING

Positioning adalah strategi untuk merancang penawaran dan membentuk citra perusahaan agar bisa memperoleh tempat khusus dalam benak konsumen. Positioning juga bisa diartikan sebagai strategi untuk menciptakan citra perusahaan dan produknya di benak konsumen, baik itu konsumen individu, perusahaan, maupun pemerintah. Strategi positioning berkaitan erat dengan persepsi konsumen terhadap manfaat suatu produk, baik itu dalam bentuk nyata ataupun harapan. Beras merah organik memiliki keunggulan dalam kesehatan, aroma, dan kualitas.

B.     BAURAN PEMASARAN

Ø  PRODUK

Beras merah merupakan biji-bijian utuh yang hanya mengalami proses pengupasan kulit atau sekam. Beras merah dinilai lebih unggul dari beras putih karena proses pengolahannya lebih singkat, sehingga kandungan nutrisinya tidak banyak terbuang. Salah satu nutrisi yang banyak terkandung di dalam beras meras adalah serat.

Ø  HARGA

Beras merah organik ini dibanderol Rp. 25.000 per kg. Harga membuat konsumen mempertimbangkan untuk membeli beras merah organik. Karena kesesuaian harga terhadap manfaat dari produk yang dibeli menjadi perhatian konsumen. Kebanykan dari orang-orang menganggap bahwa beras merah hanya ditujukan kepada orang yang ingin menurunkan berat badan dan memiliki penyakit sepeti diabetes, kolesterol, dll.

Ø  LOKASI

Dalam memilih lokasi usaha, hendaknya memilih lokasi yang strategis dapat dijangkau dengan mudah oleh konsumen. Lokasi beras merah organik ini terletak di Jl. Raya Pasar Lempong Sampang.

Ø  PROMOSI

Promosi yang diterapkan dalam usaha beras merah organik ini yaitu memberikan harga grosir kepada pelanggan yang ingin menjual kembali beras merah organik ini.

C.    MEDIA PROMOSI




D.     ANALISIS DAYA SAING BERAS MERAH ORGANIK

Terdapat beberapa dimensi yang berpengaruh terhadap daya saing produk di antaranya: kuantitas, kualitas, harga, keamanan, kontinyuitas pasokan, ketepatan pengiriman dan kemampuan ditelusur. Kuantitas adalah nilai perbedaan yang disebabkan oleh perbedaan unit penjualan dan jumlah perbedaan material dalam anggaran dengan unit realisasi penjualan dan jumlah material yang dianggarkan. Sementara itu yang dimaksud kualitas produk adalah segala atribut produk itu sendiri yang menjadi keunggulan dibandingkan produk sejenis lainnya (Lisarini; & Abdurahman, 2018).

Kuantitas dan kualitas dari beras merah organik ini tidak perlu diragukan lagi karena produk ini sengatlah unggul dibandingkan dengan beras lainnya bahkan beras merah ini dapat di ekspor ke berbagai Negara dengan ketepatan pengiriman dan mudah ditelusuri.

REFERENSI

DEWI, N. P. A. Y., ANTARA, M., & RANTAU, I. K. (2017). Strategi Segmenting, Targeting dan Positioning Pemasaran Beras Merah Organik Jatiluwih Bali di Provinsi Bali. Jurnal Agribisnis Dan Agrowisata (Journal of Agribusiness and Agritourism), 6(4), 596–605. https://doi.org/10.24843/jaa.2017.v06.i04.p14

Lisarini;, E., & Abdurahman, A. (2018). Daya saing beras pandanwangi, beras merah dan beras hitam di wilayah pemasaran kabupaten cianjur. Agroscience, 8(2), 135–145.

 

Wednesday, January 13, 2021

Potensi & Peluang Ekspor

 A. Konsep keunggulan kompetitif dari produk, meliputi harga, kualitas, kemasan serta biaya produksi 

   Keunggulan kompetitif atau keunggulan bersaing adalah kemampuan strategis perusahaan dalam persaingan bisnis. Menurut Michael Porter, ahli strategi bisnis asal Amerika Serikat, keunggulan kompetitif harus mampu menjelaskan dan menanamkan nilai bisnis kepada konsumen sehingga mampu membentuk persepsi tersendiri di mata konsumen. Artinya pebisnis harus meyakinkan konsumen untuk bersedia mengeluarkan waktu dan uangnya untuk mendapatkan manfaat dan nilai sepadan.

   Keunggulan kompetitif bisa dikatakan unik, karena setiap perusahaan memiliki keunggulan yang berbeda-beda. Namun apakah perusahaan itu dapat memaksimalkan keunggulan tersebut menjadi nilai yang dapat menguntungkan perusahaan atau sebaliknya.

   Sederhananya seperti ini, keunggulan kompetitif adalah kemampuan dan kelebihan yang dimiliki perusahaan dibanding perusahaan lainnya. Misal, saat menjual produk jaket serbaguna yang memiliki saku banyak dan anti air dan dijual dengan murah. Hal itu lebih baik jika pesaing hanya menjual jaket yang sama tapi tidak selengkap milik Anda dan dari segi harga pun tidak lebih murah dari produk Anda.


B. Ciri-ciri pasar potensial dengan pendekatan permintaan dan penawaran

a) Pendekatan Permintaan

   Pendekatan permintaan menekankan tentang kebutuhan manusia yang sampai sekarang belum sepenuhnya terpenuhi atau kemungkinan sudah terpenuhi namun kurang memuaskan. Misalnya, masyarakat di wilayah pedesaan banyak yang pergi ke kota untuk belanja pakaian. Artinya, golongan masyarakat tersebut membutuhkan pakaian sesuai dengan selera mereka yang tidak dapat diperoleh di desa atau mungkin dapat diperoleh di desa, tetapi harganya terlalu mahal. 

* Melalui pendekatan permintaan juga dapat mengetahui jumlah permintaan terhadap produk/jasa yang meliputi : Sasaran pembeli/konsumen, Jumlah konsumen, Jumlah kebutuhan, Total kebutuhan pertahun.

b) Pendekatan Penawaran

   Pendekatan penawaran berawal dari kemampuan wirausaha dalam membuat suatu produk/barang, memberikan pelayanan jasa atau gabungan dari keduanya. Dari sini barulah mulai mencari adakah pasarnya atau orang-orang yang membutuhkannya.

* Melalui pendekatan penawaran wirausaha juga dapat mengidentifikasi banyaknya pesaing yang membuat produk/jasa yang sama.


C. Ciri dan teknis dalam menentukan bentuk pasar

^ Bentuk Pasar menurut Sifat/Wujud Barang dan Cara 

Penyerahannya. Berdasarkan sifat barang dan cara penyerahannya, pasar dibedakan menjadi:

1)Pasar konkret

   Pasar konkret, yaitu pasar di mana barang yang diperjual belikan benar-benar ada dan penjual dan pembeli bertemu langsung. Ciri-ciri pasar konkret:

• Transaksi dilakukan secara tunai,

• Barang dapat dibawa/diambil saat itu juga,

• Barang yang diperjualbelikan benar-benar ada/nyata,

• Penjual dan pembeli bertemu langsung.

2) Pasar abstrak

    Pasar abstrak, yaitu pasar di mana barang yang diperjualbelikan tidak tersedia secara langsung dan antara penjual dan pembelinya tidak bertemu secara langsung. Ciri-ciri pasar abstrak:

• Penjual dan pembeli berada di tempat yang berbeda dan berjauhan jaraknya,

• Transaksi dilandasi oleh rasa saling percaya,

• Barang yang diperjualbelikan tidak tersedia, hanya contoh saja.

• Transaksi dilakukan dalam partai besar.

*Contoh pasar abstrak yang lagi trend terutama bagi masyarakat kalangan atas sekarang ini adalah belanja barang secara online lewat internet.


^ Bentuk Pasar menurut Luas Wilayah Kegiatannya

Berdasarkan luas wilayah kegiatannya, pasar dapat dibedakan menjadi:

1) Pasar regional

   Pasar regional adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi beberapa negara pada  wilayah tertentu. Pasar ini biasanya di bawah naungan wadah kerja sama regional, misalnya di kawasan Asia Tenggara dibentuk AFTA.

2) Pasar internasional

    Pasar internasional adala pasar yang daerah pemasarannya mencakup seluruh kawasan dunia. Pasar ini juga disebut pasar dunia, karena menjual produk-produk yang dibutuhkan oleh semua masyarakat dunia, misalnya pasar kopi di Brasil, pasar wol di Sidney, Australia.

3) Pasar lokal

   Pasar lokal adalah pasar yang daerah pemasarannya hanya meliputi daerah tertentu, dan pada umumnya menawarkan barang yang dibutuhkan masyarakat di sekitarnya. Misalnya Pasar Kiewer di Solo yang menyediakan berbagai jenis kain batik, karena masyarakat di Solo dan sekitarnya banyak yang mengenakan batik.

4) Pasar nasional

   Pasar nasional adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi wilayah satu negara. Pasar ini menjual barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat negara tersebut. 


^ Bentuk Pasar menurut Organisasi Pasar atau Hubungan antara Pembeli dan Penjual

Berdasarkan organisasi pasar, pasar dapat dibedakan menjadi:

1. Pasar persaingan sempurna (perfect competition market)

   Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang terdapat banyak penjual dan pembeli, sehingga harga tidak bisa ditentukan oleh masing-masing penjual/pembeli.

- penjual dan pembeli bebas keluar masuk pasar tanpa hambatan,

- pengetahuan penjual dan pembeli tentang pasar sempurna,

- penjual dan pembeli banyak,

- barang yang diperjualbelikan bersifat homogen.

2. Pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competition market)

   Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar dimana jumlah pembeli lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penjualnya, sehingga pasar dikuasai oleh satu atau beberapa penjual saja. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:

- terdapat hambatan untuk memasuki pasar,

- pengetahuan pembeli tentang pasar terbatas,

- jumlah penjual sedikit,

- barang yang diperjualbelikan bermacam-macam. 


^ Bentuk pasar yang termasuk pasar persaingan tidak sempurna , di antaranya :

1. Pasar monopoli

   Pasar monopoli ialah pasar yang dikuasai sepenuhnya oleh penjual. Penjual mempunyai kekuasaan yang mampu memaksakan kemauannya, baik dalam bentuk harga, volume, tempat, maupun waktu pembelian barang yang akan dijualnya. Karena penjual dalam pasar monopoli tidak mempunyai pesaing, ia dapat menaikkan atau menurunkan harga dengan cara mengubah jumlah barang yang ditawarkan. Contoh: PLN menguasai listrik di Indonesia, PT Pos Indonesia memonopoli penjualan benda-benda pos di Indonesia. Ciri-ciri pasar monopoli, antara lain:

- terdapat satu penjual dan banyak pembeli,

- harga ditentukan secara sepihak oleh penjual,

- tidak ada barang lain yang dapat menggantikan barang yang dijualbelikan dengan sempurna,

- ada halangan yang kuat bagi penjual baru untuk masuk dalam pasar.

* Hambatan-hambatan yang sering terjadi pada pasar monopoli antara lain:

- penetapan harga serendah mungkin,

- adanya kepemilikan terhadap hak paten atau hak cipta dan hak eksklusif,

- pengawasan yang ketat terhadap agen pemasaran dan distributor,

- adanya skala ekonomis yang sangat besar,

- memiliki sumber daya yang unik.

* Penyebab timbulnya pasar monopoli antara lain:

- ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan undang-undang,

- penggabungan dan berbagai perusahaan,

- adanya hak cipta atau hak paten atas hasil karya seseorang yang diberikan kepada suatu perusahaan.

2. Pasar duopoli

   Pasar duopoli, yaitu pasar di mana penawaran suatu barang dikuasai oleh dua perusahaan. Contoh: penawaran minyak pelumas yang dikuasai oleh Caltex dan Pertamina. Ciri-ciri pasar duopoli, yaitu:

- terdapat dua penjual dan banyak pembeli,

- harga ditentukan secara sepihak oleh kedua penjual baik dengan kesepakatan atau tidak.

3. Pasar oligopoli

   Pasar oligopoli ialah pasar di mana beberapa perusahaan menguasai penawaran satu jenis barang. Beberapa perusahaan yang menguasai pasar mi saling memengaruhi satu sama lain. Sifat ini menyebabkan satu perusahaan harus mengambil keputusan secara hati-hati dalam mengubah harga, mengubah desain produk atau mengubah teknik produksi. Contoh: penawaran sepeda bermotor yang dikuasai oleh beberapa perusahaan di antaranya Honda, Suzuki, Yamaha, dan Kawasaki. Ciri-ciri pasar oligopoli :

- terdapat hanyak pembeli di pasar,

- hanya ada beberapa penjual,

- produk yang dijual bersifat homogen dan bisa juga berbeda namun memenuhi standar mutu,

- terdapat hambatan untuk memasuki pasar bagi perusahaan baru,

- adanya saling ketergantungan,

- penggunaan ikian sangat intensif.


^ Terdapat 5 hal utama yang harus diketahui dalam analisis pasar, yaitu:

1) Gambaran struktur produk pasar, yaitu mengidentifikasi kumpulan produk-produk yang dapat disajikan untuk memuaskan kebutuhan mendasar kemudian menganalisis tingkat kemampuan saling mengganti atau substitusi produk-produk tersebut.

2) Batasan pasar yang relevan, yaitu batasan kelompok pesaing yang dianggap paling relevan yang dapat ditetapkan seperti antar merk atau sesama pemasar yang memenuhi kebutuhan pangsa pasar yang sama.

3) Analisis permintaan industri, yaitu mempelajari siapa, mengapa, dan bagaimana para konsumen atau pelanggan membeli jenis produk yang dipasarkan.

4) Analisis permintaan terhadap merek, yaitu pemahaman bagaimana para pembeli membuat pilihan antara merk atau penjual pada pasar yang relevan.

5) Identifikasi, yaitu didasarkan pada penelitian perusahaan terhadap peluang-peluang pasar dan pontensial pasar.


D. Ciri-ciri produk yang marketable untuk ekspor

- laku dipasaran dunia

- barang mudah diganti dengan tidak mengubah kualitas

- barang dapat diperjualbelikan dalam jumlah besar

- persediaan barang cukup dan pengadaannya secara berkala

- barang sudah ditetapkan dengan keputusan menteri

Thursday, January 7, 2021

Bauran Pemasaran Promosi

 A. Konsep Inti promosi 

Lebih memfokuskan pada kebutuhan konsumen. Karena itulah, konsep ini melakukan sebuah pemikiran guna menjadikan konsumen merasa puas melalui produk dari keseluruhan barang yang berkaitan dengan pembuatan, pengantaran, sampai pengonsumsiannya. Konsep pemasaran memiliki unsur tiga dasar pokok, yaitu:

1) Orientasi dan perencanaannya merujuk pada kebutuhan dan keinginan para konsumen.

2) Seluruh aktivitas pemasaran dilakukan secara terpadu.

3) Tujuan akhir konsep ini yaitu mencapai keinginan perusahaan dan terus berusaha memberikan kepuasan yang maksimal pada konsumen.

B. Bentuk-Bentuk Promosi 

1. Pameran dagang

Sebuah pameran dagang atau expo adalah sebuah pameran yang diadakan sehingga perusahaan dari industri tertentu dapat memamerkan dan mendemonstrasikan produk dan layanan terbaru mereka, mempelajari aktivitas pesaing dan mengikuti tren dan kesempatan baru.

2. In house promotion

Yaitu promosi yang bersifat kedalam, yang dalam kegiatan promosinya hanyadipusatkan dilingkungan hotel itu sendiri.

3. Familiarisation

adalah upaya mengenalkan suatu produk baru kepada masyarakat sebagai konsumen potensial.

4. Signane

Dimana untuk fungsi promosional, signage mempromosikan produk atau jasa tertentu sementara fungsi instruksional sendiri mengfungsikan signage sebagai papan info yang menunjukan bahaya atau arah jalan.

5. Tampilan (display) 

Dapat melakukan pengaturan tampilan terhadap customer display. Selain menampilkan daftar dan total belanjaan, pelanggan juga dapat melihat gambar atau menonton pada customer display. Misalnya saat ingin melakukan highlight diskon atau promosi yang sedang berlangsung pada toko atau ingin menampilkan company profile melalui video.

C. Pemilihan Media Iklan 

Berikut beberpa tips yang bisa dilakukan untuk memilih media agar iklan berjalan efektif:

1. Tentukan Budget. 

2. Tentukan Segmen Pasar. 

3. Tentukan Materi Iklan.

4. Tentukan media online atau offline atau keduanya.

5. Menggunakan jasa advertisement.

D.  Faktor Yang Mempengaruhi Bentuk Promosi 

Berikut beberpa tips yang bisa Anda lakukan untuk memilih media agar iklan berjalan efektif:

1. Tentukan Budget.

2. Tentukan Segmen Pasar. 

3. Tentukan Materi Iklan. 

4. Tentukan media online atau offline atau keduanya. 

5. Menggunakan jasa advertisement.

E. Strategi Promosi Dengan Melihat Siklus Hidup Produk 

a) Tahap Perkenalan 

1. Strategi Peluncuran Cepat (Rapid Skimming)

Rapid skimming adalah peluncuran (launching) produk baru dengan harga dan level promosi yang tinggi. Strategi ini dapat diterapkan dengan asumsi sebagian besar target pasar Anda tidak menyadari produk tersebut, harga yang diminta, brand Anda menghadapi persaingan potensial, dan untuk membangun merek.

2. Strategi Peluncuran Lambat (Slow Skimming)

Slow skimming adalah peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi yang dilakukan. Strategi ini dapat diterapkan dengan asumsi ukuran pasar terbatas, sebagian besar target pasar mengenali produk Anda, pembeli bersedia membayar harga tinggi, dan persaingan potensial belum mengancam.

3. Strategi Penetrasi Cepat (Rapid-Penetration)

Rapid-penetration adalah peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi yang besar. Strategi ini cocok digunakan dengan asumsi target pasar tidak menyadari kehadiran produk, sebagian pembeli peka terhadap harga, adanya persaingan yang kuat, dan biaya produksi yang akan menurun sejalan dengan skala produksi dan pengalaman.

4. Strategi Penetrasi Lambat (Slow-Penetration)

Slow-penetration adalah peluncuran produk dengan harga rendah dan promosi yang juga rendah. Gunakan strategi ini dengan asumsi target pasar luas, memiliki kepekaan terhadap harga yang tinggi, dan terdapat beberapa persaingan potensial.

b) Tahap Pertumbuhan 

1. Meningkatkan kualitas produk, menambah ciri khas produk, menambah fitur-fitur, dan memperbaiki desain atau modelnya.

2. Menambah varian baru dari produk yang sudah ada, misalnya dengan ukuran yang berbeda, rasa baru, dan sebagainya. Tujuannya untuk melindungi eksistensi produk utama.

3. Masuki segmen pasar baru.

4. Meningkatkan jangkauan melalui channel baru.

5. Gunakan iklan yang menunjukkan nilai (value) dari produk Anda, sehingga audiens memiliki alasan untuk membeli produk Anda.

6. Menurunkan harga agar bisa dijangkau lebih banyak konsumen

c) Tahap Kedewasaan 

1. Penjualan Melambat: tahap ini ditandai dengan penjualan yang melambat. Misal, penjualan produk Anda selama 5 tahun berturut-turut adalah 5000 produk (2014), 5900 produk (2015), 6700 produk (2016), 7400 produk (2017), dan 8000 produk (2018).

2. Penjualan Stabil: penjualan berada di angka yang cenderung stabil, akibat kejenuhan pasar. Misalnya, penjualan produk Anda selama 5 tahun berturut-turut adalah 5000 (2014), 4500 (2015), 5500 (2016), 5600 (2017), dan 5400 (2018). Peluang pertumbuhan penjualan Anda bergantung pada pertumbuhan populasi dan permintaan pengganti.

3. Penjualan Menurun: Penjualan terus menurun dari tahun ke tahun. Misal, penjualan produk dari 2014-2018 adalah 8000, 7000, 6000, 5000, dan 4000 per tahun. Ini artinya konsumen telah jenuh dan lebih memilih produk lain.

d) Tahap Penurunan 

1. Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat pasar

2. Mengurangi investasi dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan

3. Menjual aset


RANCANGAN DAN APLIKASI BISNIS

  Nama : Atika Febrianti NIM : 180321100061 Kelas : B Kelompok : 9 CAMILAN KHAS BAWEAN “EMPEK-EMPEK KERING IKAN TONGKOL”   Camila...