Wednesday, December 23, 2020

Bauran Pemasaran : Place (Bauran lokasi & distribusi)

A. Konsep lokasi dalam bauran pemasaran         Definisi saluran pemasaran menueut Philip Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran, Edisi Millenium (2002: 558), saluran pemasaran adalh serangkaian organisasi yang saling tergantung yang terlibat dalm proses untuk menjsdiksn produk atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi. Salah satu elemen Tempat (place) yang masuk dalam 7P Marketing mix bukan hanya diartikan sebagai tempat dimana usaha dijalankan, namun lebih luas lagi dimana “place” tersebut merupakan segala kegiatan penyaluran produk berupa barang ataupun jasa dari produsen ke konsumen (distribusi).

Dalam bauran pemasaran sendiri terdapat 4 konsep umum dalam menyusun strategi pemasaranya yaitu : 

1) Product / produk barang dan jasa 

Dalam produk sendiri merupakan produk yang akan dipasarkan sehingga dapat memberikan manfaat guna memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga dapat memuaskan konsumen. 

2) Price  / harga 

Untuk penetapan harga sendiri adalah unsur penting dimana perusahaan akan melakukan berbagai pertimbangan untuk menetapkan harga dengan mempertimbangkan biaya dan juga laba. Dimana harga sendiri adalah faktor utama penentu positioning suatu produk dan harus diputuskan dengan melihat pasar sasaran dan juga faktor lainya. 

3) Place / lokasi 

Dalam lokasi sendiri terdapat  lokasi usaha usaha yang akan dijalankan dan juga kedudukan pasar serta bagaimana saluran distribusinya 

4) Promotion 

Aspek ini berhubungan dengan berbagai usaha untuk memberikan iformasi pada pasar tentang produk atau jasa yang dijual, tempat dan saatnya.

B. Kriteria daerah kinerja yang positif untuk pemasaran

Dalam strategi untuk memilih kriteria daerah kerja yang baik uantuk dilakukanya pemasaran yaitu : 

1) Tingkat dari kepadatan penduduk sekitar lokasi usaha 

Dimana dalam hal ini semakin tinggi tingkat kepadatan penduduknya maka juga akan semakin besar pula potensi pasar dari usahanya tersebut. sehingga faktorr tersebut dapat berpengaruh terhadap kegiatan pemasaran yang ada. 

2) Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi bisnis 

Dimana dalam hal ini tingkat pendapatan masyarakat juga dapat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya daya beli konsumen yang ada. 

3) Memperhatikan tingkat keramaian lalu lalang kendaraan yang melewati bisnis anda

Dalam hal ini juga harus memperhatikan juga bagaimana kondisi laingkungan anda keramaian lingkungan anda , semakin ramai orang yang tau akan usaha anda maka akan lebih banyak konsumen yang tertarik dengan produk anda 

4) Banyaknya jenis usaha yang mendukung lokasi tersebut 

Dalam hal ini juga semakin banyak jenis usaha yang ada di sekitar lokasi anda , maka konsumen yang akan datang kedaerah anda juga akan semakin ramai.

5) Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan anda pilih 

Dalam pemilihan lokasi usaha sendiri sebaiknya jangan sampai salah memilih lokasi denganbudget dana yang sudah di rencanakan, dan juga dalam penentuan lokasi usaha sendiri sebaiknya melihat bagaimana strategis lokasi tersebut untuk dijalnkan usaha. 

6) Usahakan untuk memilih lokasi usaha yang tingkat kompetisinya rendah 

Lokasi dengan banyak perusahaan atau pengusaha dengan bisnis yang sama sebaiknya anda hindari dan memilih lokasi yang menurut anda usaha anda dapat memberikan kesan yang lebih dikonsumen , akan tetapi apabila lokasi tersebut strategis maka hendaknya anda juga harus mempersiapkan inovasi baru yang membedakan usaha anda terhadap perusahaan sejenis yang ada. 

7) Akses menuju lokasi 

Usahakan lokasi juga cukup mudah untuk diakses oleh konsumen sehingga konsumen mudah untuk mengakses lokasi usaha anda

8) Tingkat keamaanan 

Usahakan lokasi usaha sebaiknya aman sehingga menambah kenyamanan dari para konsumen yang akan membeli di usaha anda.

9) Selalu memperhatikan kebersihan lokasi usaha bisnis 

Selalu menjaga kebersihan dari lingkungan sekitar usaha anda agar konsumen merasa nyaman ketika akan berkunjung ke lokasi usaha anda. 

C. Persyaratan legislasi wilayah terkait K3 dalam kegiatan pemasaran

 Syarat-syarat Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja tertuang dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada pasal tersebut disebutkan 18 (delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja di antaranya sebagai berikut :

1. Mencegah & mengurangi kecelakaan kerja.

2. Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran.

3. Mencegah & mengurangi bahaya peledakan.

4. Memberi jalur evakuasi keadaan darurat.

5. Memberi P3K Kecelakaan Kerja.

6. Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja.

7. Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran.

8. Mencegah dan mengendalikan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan keracunan.

9. Penerangan yang cukup dan sesuai.

10. Suhu dan kelembaban udara yang baik.

11. Menyediakan ventilasi yang cukup.

12. Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban.

13. Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.

14. Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang.

15. Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan.

16. Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang

17. Mencegah tekena aliran listrik berbahaya.

18. Menyesuaikan & menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.

D. Konsep dan kegunaan saluran distribusi 

Distribusi adalah salah satu dari kegiatan ekonomi dalam penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Sementara saluran distribusi adalah saluran yang menjadi sarana produsen buat menyalurkan barang atau jasa ke konsumen. Peranan dari proses inilah yang sangat penting dalam kegiatan perdagangan. Tanpa adanya saluran distribusi, mungkin barang dari produsen tidak akan pernah sampai dan dinikmati oleh konsumen. 

Fungsi utama saluran pemasaran adalah menyalurkan barang dari produsen ke konsumen atau dari perusahaan kepada pelanggan. Selain itu, fungsi lain dari saluran distribusi adalah:

1. Information adalah mengumpulkan informasi penting tentang konsumen dan pesaing untuk merencanakan dan membantu pertukaran.

2. Promotion adalah pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif tentang produk yang ditawarkan.

3. Negotiation adalah mencoba untuk menyepakati harga dan syarat-syarat lain sehingga memungkinkan perpindahan hak kepemilikan.

4. Ordering adalah pihak distributor dapat memesan barang kepada perusahaan.

5. Payment adalah pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lainnya.

6. Title adalah perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang lain.

7. Physical Possession adalah mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan baku hingga barang jadi dan akhirnya sampai ke konsumen akhir.

8. Financing adalah meminta dan memanfaatkan dana untuk biaya-biaya dalam pekerjaan saluran pemasaran.

9. Risk Taking adalah menanggung risiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran pemasaran.

E. Tipe-tipe distribusi 

Terdapat berbagai macam saluran distribusi barang konsumsi, diantaranya :

1. Produsen – Konsumen

Bentuk saluran distribusi ini merupakan yang paling pendek dan sederhana karena tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pos atau langsung mendatangi rumah konsumen (dari rumah ke rumah). Oleh karena itu saluran ini disebut saluran distribusi langsung.

2. Produsen – Pengecer – Konsumen

Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani oleh pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

3. Produsen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen

Saluran distribusi ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan saluran distribusi tradisional. Di sini, produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.

4. Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen

Di sini, produsen memilih agen sebagai penyalurnya. Ia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar.

5. Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen

Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil. Agen yang terlihat dalam saluran distribusi ini terutama agen penjualan.

F. Evaluasi dan upaya pengendalian saluran distribusi 

Masalah yang sulit bagi perusahaan yang mengandalkan fungsi perdagangan besar dan eceran pada penyalur tertentu. Penyalur independent merupakan salah satunya, mereka melaksanakan kegiatan bisnisnya untuk kepentingan sendiri. Hal ini artinya mereka hanya tertarik untuk menjual barang yang dapat meningkatkan laba mereka. Oleh karena itu produsen yang menjual melalui penyalur independent tersebut harus merancang produk  dan pemasaran menarik. Hal ini dilakukan untuk membuat agen independent agar lebih dekat dan terikat dengan produsen, maka sebaiknya produsen harus mengambil beberapa kebijaksanaan seperti :

1. Produsen harus menyatakan bahwa tugasnya tidak berakhir pada saat produk terjual, tetapi masih perlu memberikan pelayanan sesudah penjualan kepada pembeli akhir. Oleh karena itu program tersebut harus dikordinasikan dengan para penyalur sehingga komunikasi dengan pembeli akhir dan informasi dapat diperoleh dengan cepat dan tepat.

2. Produsen harus menyatakan bahwa masalah yang dihadapi penyalur merupakan masalah bagi produsen.

3. Produsen harus memberikan ganti kepada penyalur atas garansi dan servis lain yang diberikan kepada pembeli.

4. Produsen harus memberikan semangat kepada penyalur dengan memberikan sejumlah intensif. Beberpa teknik pemberian intensif yang dapat digunakan antara lain : 

• Konsesi harga, misalnya : potongan harga, potongan tunai. 

• Bantuan keuangan, misalnya : pembelian secara kredit.

• Proteksi, misalnya : proteksi harga, proteksi keuangan.

G. Manajemen konflik dalam saluran distribusi

Konflik dapat dianggap terjadi bila anggota saluran distribusi merasa bahwa tindakan pihak lain merintangi atau merugikan kinerja mereka dalam mencapai tujuan. Hal ini dapat mempengaruhi proses penyampaian barang kepada konsumen. 

• Mengelola Konflik Saluran

Ketika perusahaan menambah saluran, perusahan menanggung terciptanya konflik saluran,yang beberapa bisa bersifat membangun, tapi juga bisa menciptakan disfungsional.Tantanganya adalah bukan menghilangkan konflik, tapi mengelolanya dengan lebih baik, agarbersifat membangun dan mengarah pada adaptasi yang lebih baik terhadapa peruahanlingkungan.

Manajemen konflik yang efektif salah satunya adalahpenerapan tujuan superordinat. Anggotasaluran menyetujui tujuan dasar yang mereka cari bersama, baik tujuan bertahan hidup, pangsapasar, atau kepuasan pelanggan. Mereka melakukan ini ketika saluran menghadapi ancaman dariluar.Langkah yang bermanfaat adalahmenukar orang-orang antar dua atau lebih saluran.Harapannya agar peserta akan semakin saling menghargai sudut pandang pihak lain.Ko-optasiadalah usaha yang dilakukan suatu organisasi untuk mendapatkan dukungan daripemimpin organisasi lain dengan memasukan mereka dalam dewan penasihat, dewan direksi,dan semacamnya. 

Diplomasiterjadi ketika masing-masing pihak mengirimkan seorang/ sekelompok untukbertemu dengan pihak lawan untuk menyelesaikan konflik.Mediasiberarti memilih pihak ketiga yang netral dan memiliki keahlian yang dapanmendamaikan kepentingan kedua belah pihak.Arbitrasiterjadi ketika dua pihak setuju memaparkan permasalahan mereka kepada satu ataulebih arbitrator dan menerima keputusan arbitrasi.Tuntutan hukummerupakan langakah terakhir untuk mengelola konflik. Kesepakatan kompromitercapai dengan menerapkan eksplorasi gabungan sistem layanan dan distribusi baru untuk melengkapi sistem.

No comments:

Post a Comment

RANCANGAN DAN APLIKASI BISNIS

  Nama : Atika Febrianti NIM : 180321100061 Kelas : B Kelompok : 9 CAMILAN KHAS BAWEAN “EMPEK-EMPEK KERING IKAN TONGKOL”   Camila...